Ligwina Hananto Tips Alokasi Budget Untuk Scale Up Bisnis

Ligwina Hananto: Tips Alokasi Budget untuk Scale Up Bisnis

Untuk memastikan bisnis terus berkembang baik dari pemasukan maupun kualitasnya, tidak terlepas dari peran alokasi budget, simak tips berikut agar scale up bisnis lebih maksimal!

Setiap pengusaha pasti berjuang agar produk atau jasa yang ditawarkan usahanya dapat diterima oleh pasar dan menghasilkan keuntungan secara terus menerus. Sayangnya, tidak semua tahu kapan saat yang tepat untuk membawa usahanya naik kelas atau yang disebut dengan scale up bisnis.

Hands Table During Business Meeting
Sumber: Freepik

Scale up sendiri adalah fase pertumbuhan perusahaan dimana bisnis yang dijalanakan telah mencapai banyak hal, memiliki beberapa kesuksesan yang mengesankan, dan siap untuk berkembang ke tingkat berikutnya.

Baca Juga: Andre Kokois: No Sensor! Bongkar Rahasia Bisnis Fashion Sukses

Lalu, kapan sebenarnya waktu maupun cara yang tepat untuk membawa usaha Teman Ninja naik kelas scale up? Bagaimana alokasi budget dan hal-hal lain terkait di dalamnya? Agar tidak semakin penasaran, mari cari tahu selengkapnya lewat pengalaman Ligwina Hananto, CEO & Lead Financial Trainer QM Financial.

Pelajari Kondisi Keuangan Bisnis Kamu

Sebagai seorang yang berpengalaman selama lebih dari 18 tahun di bidang edukasi finansial, Ligwina menjelaskan bahwa scale up sangat perlu dilakukan untuk bisa menjaga persaingan kita dengan kompetitor.

Tips Alokasi Budget
Sumber: Unsplash

Berikut adalah beberapa indikator finansial dan non-finansial yang dapat membantu pemilik usaha dalam menentukan waktu dan cara untuk melakukan scale up bisnis.

  • Customer retention yang tinggi

Indikator ini menunjukkan bahwa bisnis Teman Ninja sudah memiliki nilai tambah yang diminati oleh pasar, dan pembeli sudah percaya dan puas atas produk atau jasa yang ditawarkan.

  • Sistem perusahaan stabil, tidak berubah-ubah

Sistem perusahaan mencakup tingkat kepuasan konsumen, metode komunikasi dan divisi di dalam perusahaan, pemanfaatan tools IT dan teknologi yang memadai, kebahagiaan karyawan, dan lain sebagainya.

  • Permintaan melebihi kapabilitas penawaran

Apabila kamu sebagai pemilik usaha memiliki kesulitan berurusan dengan order dan kapasitas operasional, maka hal ini menjadi tanda untuk kamu bisa segera melakukan scale up.

Untuk bisa scaling up, kondisi finansial usaha yang dijalankan harus menunjukkan adanya laporan keuangan yang baik. Alur kas dan laporan laba rugi yang positif menjadi indikator yang menjajikan bagi pemilik usaha untuk melakukan proses scaling up.

Menghitung Indikator Finansial Dengan Tepat

Scale Up Bisnis
Sumber: Unsplash

Scaling up menjadi salah satu proses bisnis yang paling berpotensi untuk kegagalan. Banyak sekali bisnis mengalami kebangkrutan dan ketidakpastian di dalam tahap ini. Maka dari itu, Ligwina membeberkan beberapa indikator finansial yang Teman Ninja perlu perhatikan agar bisa mengetahui apakah proses scaling up yang dilakukan berpotensi untuk bangkrut atau tidak.

  • Tekanan modal kerja (working capital pressures)

Tekanan modal kerja menunjukkan seberapa besar jumlah modal kerja, atau working capital, yang sepenuhnya digunakan untuk menjalankan bisnis. Ini adalah modal kerja yang sangat dibutuhkan, dan apabila tidak tercukupi, sistem kerja bisnis akan terhambat, dan berpotensi bangkrut apabila terjadi kekurangan modal kerja.

Maka dari itu, agar usaha bisa melakukan scale up dengan aman, mengetahui seberapa banyak working capital pressure yang dibutuhkan di dalam proses perencanaan menjadi indikator yang sangat penting.

  • Likuiditas (liquidity)

Likuiditas mengacu pada seberapa mudah mengkonversikan aset yang menjadi miliki kas tanpa mempengaruhi harga pasar yang ditawarkan. Karenanya, Teman Ninja perlu memikirkan apakah jumlah aset sudah cukup untuk melakukan scale up, dan apakah aset yang dimiliki mudah untuk dikonversikan menjadi kas atau tidak.

  • Free cash flow

Free cash flow atau arus kas bebas dapat didefinisikan sebagai kas yang dihasilkan oleh perusahaan setelah mempertimbangkan arus kas keluar untuk kebutuhan operasional dan pemeliharaan aset.

Mudahnya, free cash flow adalah sisa uang kas yang diperoleh ketika ada hasil utang atas beban operasional dan CapEx (Capital Expenditure). Ini akan membantu kamu dalam mengetahui seberapa besar sebenarnya kas menganggur yang tersedia, dan apakah dapat digunakan sebagai modal untuk melakukan scale up atau tidak.

  • EBITDA

EBITDA adalah perhitungan finansial yang mengkalkulasikan pendapatan sebuah perusahaan sebelum bunga, perpajakan, depresiasi, dan amortisasi. Hal ini menunjukkan seberapa besar pendapatan yang dihasilkan operasional, sehingga pemilik usaha dapat melihat seberapa besar operasional bisnis bisa menghasilkan profit.

Baca Juga: Yosef Adji Baskoro: Iklan Sebagai Investasi bagi UMKM

Budgeting Dilakukan Akurat & Terinci

Scale Up Bisnis
Sumber: Unsplash

Untuk memastikan proses budgeting dilakukan seakurat mungkin agar perkembangan bisnis dari segi finansial maksimal, berikut ini beberapa langkah yang Ligwina rekomendasikan untuk Teman Ninja terapkan nantinya.

  • Rincikan terlebih dahulu biaya-biaya apa saja yang Teman Ninja miliki saat ini, seperti biaya sewa, biaya peralatan, mesin, tanah, gaji, dan lain sebagainya.
  • Rencanakan perkembangan biaya-biaya yang akan terjadi sesuai dengan visi dan misi usaha yang dijalankan.
  • Rencanakan sales target, dan pastikan bahwa pendapatan yang diterima dari hasil penjualan produk atau jasa dapat menutupi biaya perencanaanmu. 
  • Buatlah rencana laporan keuangan seperti laporan laba rugi, laporan arus kas, dan neraca keuangan.
  • Pastikan biaya dan penjualan yang ditetapkan realistis dan akurat, jangan meminimalisir biaya-biaya yang kamu tulis, dan membesar-besarkan jumlah uang yang masuk. Lakukan juga riset harga, serta estimasi penjualan dan pendapatan untuk tipe produk.

Penting juga untuk menghitung gaji, depresiasi, rencana pengeluaran, hingga perubahan harga di masa depan saat menghitung budget untuk scale up bisnis.

Jangan Mengabaikan Risk Management

Scott Graham 5fnmwej4taa Unsplash
Sumber: Unsplash

Risk management pada bisnis dan keuangan adalah proses menemukan dan mengendalikan ancaman-ancaman yang dihadapi suatu usaha yang berpotensi meningkatkan resiko kegagalan atau kebangkrutan.

Menurut Ligwina, apapun dan seberapa besar risiko dari tindakan Teman Ninja, semua bergantung terhadap model bisnis dan rencana yang dirancang terhadap perkembangan bisnis. Contohnya apabila kamu pemilik usaha kecil, risiko terbesar adalah kekurangannya kas dan juga kekurangan pembeli.

Hal ini dikarenakan sebagai usaha kecil, prioritas utama adalah untuk setidaknya 80% dari aset yang kamu miliki adalah aset likuid, dan mendorong serta memprioritaskan penjualan layanan atau produk. 


Baca Juga: Ainun: Mau Beriklan di TikTok, Berapa Budget yang Pas?

Nah, itulah penjelasan mengenai pentingnya alokasi budget untuk scale up ala Ligwina Hananto, CEO & Lead Financial Trainer QM Financial. Jika Teman Ninja memperhatikan banyak hal yang sudah dijelaskan oleh ahlinya di atas, maka keuntungan dari usaha itu pun pasti akan terus meningkat, dan membentuk keunggulan produk atau jasa yang ditawarkan itu sendiri.

Siba Sameday
Sumber: Dok. Ninja Xpress

Kalau bisnis kamu sudah scale up, saatnya tingkatkan kualitas pengiriman dengan menggunakan Ninja Xpress sebagai jasa pengiriman paket sameday, atau paket yang dikirim di hari yang sama tanpa ngaret. Kamu bisa fokus kembangkan bisnis lebih besar, biar Ninja Xpress yang bantu pengiriman barangmu. Cari tahu Ninja Sameday untuk informasi lebih lanjut!

Featured image by Alexander Grey from Unsplash