1200z600

10 Brand Inspiratif dari Bandung

Simak 10 brand inspiratif asal bandung ini untuk cari tau tips sukses bisnis yang mereka jalani

Teman Ninja tahu enggak kenapa Kota Bandung disebut sebagai Paris Van Java? Alasannya tiada lain dan tiada bukan karena Bandung pada era 1900-an menjadi pusat gaya busana produksi Paris, terutama di Jalan Braga terdapat satu toko yang menjadi rujukan fesyen kekinian bernama “Aud”

Seiring perkembangan zaman, Bandung semakin eksis pada bidang fashion karena semakin banyak dan bervariasi jenis produk fesyen yang ditawarkan mulai dari pakaian, sepatu, jam tangan dan aksesoris pendukung lainnya. Produk fesyen Bandung tidak lagi hanya mengikuti trend, akan tetapi mulai menciptakan trend sehingga brand fesyen dari Bandung seringkali menjadi inspirasi busana bagi kalangan milenial dan Gen Z lantaran desainnya yg stylish dengan kualitas yang bagus dan harga terjangkau serta terobosan unik yang memiliki dampak luas bagi perkembangan dunia fesyen di Indonesia. Nah Teman Ninja yang bergerak di industri fesyen dapat menggali inspirasi dari semangat juang hingga inovasi yang dilakukan oleh 10 Brand asal bandung berikut ini.

Yuk simak berikut ini 10 brand fesyen asli Bandung yang bisa menjadi inspirasi Teman Ninja.

1. 3Second

1200z600 1
Sumber: 3second.co.id

Brand pertama yang akan kita ulas adalah 3Second, tahukah Teman Ninja bahwa 3Second berawal dari supplier pakaian polos ke Tanah Abang, Mangga Dua dan ke daerah lainnya, hingga akhirnya berhasil  unjuk gigi ke Paris. Nama 3Second sendiri juga mengandung arti bahwa hanya dalam 3 detik saja, pengunjung diharapkan dapat tertarik dengan produk yang dihasilkan oleh 3Second.   

3Second merupakan clothing line yang awalnya berfokus pada kaos polos, namun saat ini sudah menyediakan item fashion yang melengkapi segala kebutuhan fesyen bagi kalangan muda hingga dewasa, seperti topi, tas, sepatu, ikat pinggang, dompet, sandal dan celana panjang maupun pendek. Dengan kisaran harga mulai Rp 79.000 hingga Rp 150.000 kamu sudah bisa membawa pulang kaos dengan kualitas bahan yang bagus serta desain yang stylish.  

Selain memperhatikan desain, kualitas jahitan dan kain yang digunakan, konsep yang ditawarkan oleh 3second juga sangat menarik yaitu dengan membuka Family Store yang menyediakan pilihan produk fashion dari dewasa, remaja hingga anak-anak. Dengan terobosan ini menjadikan “3Second sebagai destinasi keluarga untuk berburu fesyen” kata Kang Hera Mulyantara selaku salah satu pendiri.  

Nama 3Second kian melambung atas strategi yang tepat dengan menggunakan Ariel Noah sebagai Brand Ambassador dibantu dengan artis lain seperti Raffi Ahmad dan Momo Geisha.  

2. UNKL347

1200z600
Sumber: unkl347.com

Teman Ninja tentunya tidak asing mendengar nama Brand UNKL347 yang berdiri sejak tahun 1996. UNKL347 pada awalnya didirikan karena ketertarikan pendirinya akan musik, skateboarding, berselancar dan desain. UNKL347 menyediakan produk fesyen seperti jaket, kaos, sweater, kemeja, celana, topi dan aksesoris lainnya. Dengan desain yang keren dan 100% karya pengrajin lokal menggunakan material 100% dari Indonesia, ternyata produk fesyen UNKL347 dibanderol mulai dari Rp 46.000 hingga Rp 460.000. 

Sebagai salah satu clothingline tertua di Indonesia yang dapat bertahan hingga sekarang tentu tidak terlepas dari usaha yang giat dari para pendirinya. UNKL347 tidak hanya mengandalkan kualitas design, akan tetapi juga berhasil mengedukasi pelanggannya untuk menjalani hidup dengan apa yang mereka senangi dengan menjadi diri sendiri atau menjadi trendsetter sehingga pelanggan UNKL347 menjadi sangat loyal.  

“Buatlah sesuatu yang paling kamu ketahui karena dapat menjadi gairah tersendiri ketika apa yang kamu sukai juga disukai oleh konsumen” kata Dendy Darman salah satu founder UNKL347. Idealisme ini lah yang membuat pelanggan sangat loyal terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh UNKL347.

3. Nayara

1200z600
Sumber: Nayara.id

Nayara merupakan merek yang menggunakan Batik menjadi identitas utama Brand dengan tujuan untuk menciptakan produk-produk batik berkualitas dengan desain model terkini  dan bahan yang terjaga.  Dibangun sejak tahun 2011, Nayara telah menjadi salah satu brand fesyen batik terkemuka untuk wanita, pria dan anak-anak. 

Andrina Effendi sebagai Founder dan CEO Nayara tentu melihat peluang besar tercipta sejak pertumbuhan industri Batik yang terus meningkat seiring perkembangan teknologi. Selain menjadi busana formal, Batik juga dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat termasuk anak muda. 

Nayara terbukti tidak berhenti berinovasi, terutama saat pandemi melanda negeri. Beberapa gerainya ditutup hingga akhirnya membuka toko online dengan sistem pembayaran digital. Nayara berhasil selamat bahkan mendapat keuntungan hingga 10 kali lipat. 

“Nayara konsisten menghadirkan produk fesyen berkualitas dan jahitan terjaga yang memprioritaskan kenyamanan dengan model terkini” pungkas Andrina Effendi. Nah Teman Ninja, tentu banyak hal yang dapat kita pelajari dari Nayara terutama Inovasi dan Konsisten dalam pengembangan bisnisnya.

4. Niion

Sumber: @niion.id

Pada awal berdiri di tahun 2013, NIION, Brand pelopor tas casual yang digawangi oleh Adit Yara ini sudah mengusung konsep “sederhana” yang terinspirasi dari gaya busana masyarakat Singapura. Konsep Simplicity ini ditujukan untuk mengubah perilaku masyarakat Indonesia dalam berpenampilan, terutama saat menggunakan tas yang memiliki minim detail dan aksesoris sehingga terlihat lebih sederhana dan casual. 

Tahukah Teman Ninja, sejak berdiri, Niion telah menggunakan bahan ‘nylon’ dan ‘polyester fabric’ sesuai standar American Textiles Association (AATCC) yang bertujuan untuk menciptakan tas yang tahan terhadap air. 

Selaku pendiri, Adit mengatakan bahwa “Niion ingin membuktikan brand produksi lokal bisa memiliki kualitas desain dan value yang tinggi” hal ini dibuktikan dengan mendapat respon positif saat unjuk gigi di Las Vegas serta telah digunakan oleh salah satu idola K-Pop yaitu Mino Winner. 

5. Matoa

Matoa merupakan produsen jam tangan kayu yang berasal dari Bandung. Matoa Indonesia berdiri pada tahun 2010 saat Lucky D. Aria sang pendiri memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya untuk fokus membesarkan Matoa. Tahukah kamu, Jam Matoa yang memiliki desain unik dan terinspirasi dari Budaya Indonesia ini ternyata berbahan dasar limbah kayu yang tentunya dapat membantu pelestarian lingkungan. 

Pada awalnya Matoa hanya dipasarkan melalui media sosial, akan tetapi tidak mendapat hasil yang maksimal. Akhirnya Tim Matoa mencoba peruntungan dengan menggunakan strategi lain, yakni Google Ads. Dengan bantuan Google Ads, kini Matoa telah menembus pasar Asia, Eropa dan Amerika Utara. Wah keren ya! 

Hingga saat ini, Matoa terus berinovasi dengan menambah jajaran jenis jam tangan kayunya dengan memadukan konsep budaya Indonesia. “Intinya start with why” menurut Lucky jangan hanya fokus terhadap produk saja, akan tetapi perhatikan juga kebutuhan konsumen seperti apa. 

Baca Juga: Tips Optimalkan Pemasaran Digital Media Sosial

6. Brodo

Pernahkah Teman Ninja berkeliling di dunia maya untuk mencari model sepatu, namun saat ketemu yang pas ternyata ukuran sepatunya tidak ada? Pasti kamu kecewa kan? Hal inilah yang dirasakan oleh Pendiri sepatu Brodo yaitu Yukka Harlanda. Ukuran kaki yang diatas rata-rata membuatnya kesulitan untuk menemukan sepatu terlebih sepatu formal, hal ini lah yang mendorong ia untuk membangun Brodo. 

Pada awal berdiri, Brodo hanya fokus untuk membuat sepatu kulit untuk kegiatan formal seperti kondangan, acara kelulusan kuliah atau rapat penting, namun para pendiri tidak berhenti untuk terus berinovasi, saat ini Brodo telah memproduksi sandal, dompet, ikat pinggang, celana hingga beberapa model sepatu casual dan sepatu santai. 

Untuk membantu pelestarian lingkungan, Brodo tidak akan memberi kamu tas plastik karena kotak sepatunya telah dilengkapi dengan tali yang memudahkan untuk dibawa. Brodo juga berupaya untuk menggunakan bahan yang eco-friendly dengan menggunakan Kulit ECO dan kulit vegan yang memiliki ketahanan lebih dari  4 tahun. 
Brodo memiliki tagline “We have a bright future” mereka menganalogikan future sebagai anak muda. “Kami ingin menyampaikan pesan semangat juang mandiri dan perubahan yang harus diinisiasi oleh generasi muda” kata Putera salah satu pendiri yang saat ini menjadi COO Brodo Indonesia.

7. Shop at Velvet

Web Landing 01 Scaled 1
Sumber: shopatvelvet.com

Tahukah Teman Ninja, produsen pakaian terkemuka khusus perempuan Shop at Velvet ternyata digawangi oleh pasangan sejoli yaitu Randy W. Sastra dan Yessi Kusumo. Memiliki latar belakang yang sama di bidang arsitek dan kecintaan yang tinggi terhadap desain membuat pasangan ini bertekad untuk membangun brand sendiri.  Shop at Velvet sendiri fokus dengan produk pakaian yang memiliki nilai understate simplicity, element essential dan endless beauty. Hal ini dapat dilihat dari kesederhanaan desain produknya yang tidak menggunakan banyak corak atau motif maupun warna di luar earth tone.

Shop at Velvet menyasar pasar menengah ke atas hingga pasar premium dibuktikan dengan projek mereka yang bernama byvelvet yang dipajang di department store Fenwick London. 
Pada saat pandemi, segala lini bisnis mendapatkan ujian yang berat, tidak terkecuali dunia fesyen, untuk berjuang bersama maka Shop at Velvet berkolaborasi dengan Kisaku salah satu merek kopi lokal besutan Raline Shah. Selain bertujuan untuk menghadapi pandemi, keduanya ingin menginspirasi perempuan agar berani mencoba hal baru serta melakukan bisnis atau pekerjaan sesuai minta. Kolaborasi keduanya terbilang unik karena Shop at Velvet bergerak di Industri fesyen sedangkan Kisaku bergerak di bidang Food and Beverage. Shop at Velvet dan Kisaku berhasil merilis 35 produk yang terdiri dari t-shirt, sweater, kemeja, outerwear, gaun serta celana dengan ragam palet monokrom dan tetap sejalan dengan DNA keduanya. Keren ya! 

Baca Juga: Bagaimana Membantu Bisnismu bertahan setelah Pandemi?

8. Screamous

26047508 10155917662634544 8626415791335601309 N
Sumber: facebook/screamous

Brand asal kota Bandung yang  sudah berdiri sejak 18 tahun lalu ini semakin kuat menancapkan konsep-konsep idealisnya di benak pelanggan. Screamous adalah sebuah clothing brand yang awalnya memproduksi kaos distro hingga pada akhirnya mulai menjual sweater, kemeja, celana, topi dan aksesoris yang menargetkan anak muda sebagai pelanggannya. Hal ini juga tercermin dengan menunjuk Grup Band asal Bandung yang digandrungi anak muda yaitu The Sigit menjadi Brand Ambassadornya. 

Dulu Screamous memang mengikuti trend yang sedang hits di zamannya, tapi sekarang Screamous secara konsisten fokus untuk membuat trend sendiri dengan berkolaborasi dengan seniman-seniman lokal hingga seniman internasional. 

Kolaborasi teranyarnya bersama Usugrow yang telah melanglang buana namanya di Amerika dan Eropa, selain itu Screamous juga berkolaborasi dengan Sex Pistol, pionir band Punk asal Inggris untuk membuat kaos band original dengan harga yang pas di kantong. Keren bukan? 

“Kami sadar bahwa untuk menjadi besar, butuh keberanian yang juga besar untuk menanggung risiko dengan setiap pilihan yang dibuat, walaupun harus melawan arus” tutur Nino Norman founder Screamous. Jadi Teman Ninja, jangan ragu untuk melawan arus ya untuk meraih cita-cita yang besar! 

9. Compass

Teman Ninja, nama brand satu ini pasti sudah tidak asing lagi karena kemunculannya kembali yang langsung digandrungi oleh kaum urban muda. Compass adalah brand sepatu lokal yang sebenarnya berdiri sejak 1988 dengan nama Gazelle Sport, sepuluh tahun kemudian berganti nama menjadi Compass. Pada awal tahun 2000-an Compass menemui kebuntuan karena masyarakat lebih tertarik membeli sepatu impor daripada mengenakan produk lokal. Hingga pada tahun 2018 Aji Handoko Purbo datang untuk me-rebranding Compass dengan menonjolkan siluet Gazelle dan menambahkan jargon “Sepatu Rakyat” yang membuat popularitas Compass semakin meroket. Tidak berhenti sampai disitu, Compass juga menerapkan sistem kelangkaan (Scarcity) setelah ramai-ramai digunakan oleh influencer dan juga sneakerhead tanah air hingga disematkan sebagai “Sepatu Gaib” karena minat yang tinggi terbatas pada skala produksi yang kecil. Compass pun terus meningkatkan kapasitas pabrik tanpa melupakan kualitasnya agar seluruh masyarakat kebagian. 

Inovasi bisa jadi sebuah konsep baru pada sesuatu yang sudah ada bahkan hampir terlupakan” tutur Aji Handoko Purbo, pria dibalik kesuksesan inovasi dari Sepatu Compass, semoga kamu bisa terus berinovasi ya Teman Ninja! 

10. Ame Raincoat

Entah mimpi apa semalam, Bimo Atiflugeni founder dari Ame Raincoat yang jaket buatannya dibeli Pak Jokowi. Berawal dari tugas kuliah, Ame Raincoat sebuah brand jas hujan asal Bandung berhasil menarik minat presiden Jokowi yang akhirnya memboyong model Authentic Series-Terracotta. Ame sendiri merupakan bahasa Jepang yang berarti Hujan, Bimo mengatakan bahwa ia memang terpengaruh dengan aliran desain Jepang yang menurutnya memiliki pakem jujur, simpel dan clean. 

Perjalanan Ame Raincoat tentu tidak mudah, melalui serangkaian trial & error, riset bahan yang nyaman hingga produk dibawa kabur oleh distributor sudah pernah ia alami. “Kalau mau usaha, mulai aja dulu. Masalah pasti ada, tapi tentu ada jalan keluarnya selama kita mengupayakan yang terbaik” tutur Bimo.  


Nah Teman Ninja, itu dia sepuluh Brand asal Bandung yang bisa kamu petik kisah dan perjuangan para founder-nya hingga mencapai kesuksesan yang diidam-idamkan oleh banyak founder. Kalau Kamu ingin membangun usaha di bidang fesyen, jangan lupa untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan bermimpi ya Teman Ninja. Eits, tunggu dulu! Untuk urusan kirim-mengirim tidak perlu bermimpi, karena ada Ninja Xpress yang Nyata dipercaya oleh 600.000 pengirim di seluruh Asia Tenggara lho. Yuk cek aja program-program menariknya di www.ninjaxpress.co/id-id

Featured image from Nayara.id