Strategi Branding Lawless BurgerBar Dalam Menjaring Customer!

Ninja Van

Strategi Branding Lawless BurgerBar Dalam Menjaring Customer!

67% small business gagal di tahun pertamanya, menjadi berbeda bisa jadi salah satu cara untuk memenangkan pasar. Cari tau bagaimana Branding bisa bantu tingakatin penjualanmu!

Pernahkah kamu bertanya kenapa satu toko atau brand terntentu bisa laku banget dibanding kompetitor mereka? Atau bagaimana para pendatang baru mampu terlihat menonjol sementara sudah banyak pemain lama di pasar saat ini?

Salah satu alsannya mungkin karena branding yang kuat. Bicara soal branding, terbukti jika branding yang baik bisa memberi dampak dalam peningkatan penjualan. Lawless Burger Bar menunjukan kita bahwa branding mampu membuat brand mereka berbeda dari para kompetitornya dan menambah ‘nilai’ brand itu sendiri.

Yuk, kita pelajari bagaimana cara Lawless meningkatkan penjualan melalui branding. Kami jamin bahwa setelah kamu membaca ini, kamu tidak lagi akan meremehkan kekuatan dari branding 🙂

Menjadikan Passion Sebagai Bisnis

Source: Lawless Jakarta

Tahukah kamu, bahwa 67% small business gagal di tahun pertamanya? Menjadikan passion sebagai bisnis dapat menjadi salah satu cara agar kamu merasa nyaman dan totalitas dalam menjalankan bisnis. Seperti halnya Lawless, diawali dengan toko clothing dan motor custom, yang menjadi hobi para pendirinya hingga akhirnya lahirlah Lawless Burgerbar. 

Setelah mempunyai bisnis toko clothing dan motor custom, para pendiri Lawless pada dasarnya menyukai kuliner salah satunya burger dan melihat adanya peluang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setia Lawless. Lawless juga dilatarbelakangi para pendirinya yang seringkali kesulitan untuk memiliki tempat nongkrong dengan makanan enak dan suasana yang unik. 

Memiliki Konsep Unik 

Branding juga berkaitan dengan konsep loh! Lawless Burgerbar hadir dengan konsep yang seru yaitu heavy metal lengkap dengan dekorasi bernuansa gelap dengan gambar berbagai rock band dan musik rock non stop menjadi ciri khas yang unik. Terdapat juga tempelan poster-poster acara rock bersejarah dari berbagai negara, serta stiker band-band metal panutan, menyebar secara merata di berbagai sudut bar ini.

Awalnya banyak yang berkomentar negatif tentang konsep yang digunakan oleh Burgerbar namun Sammy dan kawan-kawan yakin bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang tepat. Kini Lawless pun dikenal dengan konsep yang unik dan berbeda.

Hal menarik lainnya dari Lawless Burgerbar, nama-nama menu Burgernya diambil dari nama-nama band serta lirik lagu rock dan metal, seperti The Lemmy (dari Lemmy Kilmister – vokalis & bassis band Motorhead, Sabbath Burger (nama band rock asal Inggris, Black Sabbath), dan Motley Burg (nama band heavy metal Motley Crue). Selain Burger, terdapat menu lain seperti Enter Sandwich (dari lagu Metallica dari Enter Sandman) dan Dog Nasty (dari nama band Dag Nasty).

Tidak Ingin Menipu Konsumen

Pengalaman pribadi para pendiri Lawless Burgerbar adalah ketika memesan makanan terutama burger seringkali berbeda dengan yang tampak di media sosial ataupun gambar yang ada di menu. Hal ini yang menjadi alasan Lawless Burgerbar ingin menampilkan menu yang sesuai dengan gambar yang didapatkan customer di sosial media.  Lawless tidak ingin membangun branding sebagai burger yang “good looking” di photo atau sosial media, wah bisa dicontoh nih!

Selain sesuai dengan apa yang dibayangkan oleh customer, Lawless Burgerbar juga mengutamakan rasa karena menurut Sammy Bramantyo yang merupakan salah satu Pendiri Lawless, setiap tempat makan wajib menyediakan makanan yang enak. Lebih dari itu, tampilan burgernya  pun selalu menjadi perhatian, karena terlihat sangat menggoda dan tentu saja cantik jika difoto. 

Berkolaborasi

Source: ussfeed.com

Tidak bisa dipungkiri influencer termasuk para food vlogger juga berperan dalam mengenalkan Lawless Burgerbar ke masyarakat. Para Influencer terkenal seperti Ken & Grat, JWestBros, Willgoz Kitchen, Willgoz Kitchen, Babe Cabita dan masih banyak lagi.  

Uniknya tidak hanya berkolaborasi dengan influencer sebagai sarana promosi, Lawless Burgerbar bahkan pernah berkolaborasi dengan brand yang tidak ada sangkut pautnya dengan makanan yaitu produsen cycling wear lokal, Life Behind Bars. Dalam kolaborasi ini, keduanya membuat capsule collection bertajuk “Never Stop Shredding“ serta menghadirkan menu sarapan spesial. Uniknya, kolaborasi ini dilakukan dua arah sehingga Lo bisa mendapatkan dua identitas brand dalam satu proyek. 

Lawless Burgerbar juga pernah berkolaborasi dengan Po Noodle Bar dengan menggabungkan konsep antara burger dengan mie. Jika dibayangkan mungkin akan sedikit absurd tapi nyatanya sukses direalisasikan dan menarik perhatian customer.

Punya Loyal Customer

Source: #LawlessBurgerBar

Lawless Burgerbar awalnya diciptakan bagi para pecinta musik metal tapi kemudian seiring berjalannya waktu menjadi lebih universal.  Kepuasan customer selalu menjadi prioritas Lawless, bahkan Lawless selalu mendengar masukan costumernya terutama berkaitan dengan kualitas menu dan pelayanan. Disaat pandemi, Lawless Burgerbar bahkan bisa mendapatkan 2000 orderan di satu cabang. Hal ini tidak lepas dari peran para customer yang secara tidak langsung menjadi bagian ambassador dalam mengenalkan produk Lawless, dengan mengupload dan membagikan produk Lawless yang mereka nikmati bahkan membagikan testimoninya. 

Dengan konsep dan branding yang menarik, Lawless Burgerbar dapat dijadikan contoh bagaimana membangun branding mu sehingga dapat mendatangkan lebih banyak pelanggan. Jadi, apakah kamu sudah menentukan bagaimana branding dari bisnismu? Mulailah dengan membayangkan bisnismu sebagai sebuah karakter yang unik dan berkesan. Semoga membantu!

Featured image by ik.imagekit.io

Daftar isi

    Videos

    Shares