Nurdin Noerhanuddin 5 Cara Riset Winning Product Agar Omset Meroket

Nurdin Hoerrudin: 5 Cara Riset Winning Product Agar Omset Meroket

Tugasnya menjadi reseller adalah memastikan untuk menjual winning products. Produk yang menghasilkan untung. Bagaimana caranya mengetahui winning products tersebut? Ada infonya di sini!

Teman Ninja, pernah denger nggak ada yang bilang semakin sering suara kreet kreet plaster itu terdengar, semakin panjang cetakan sticker orderanmu, berarti jualanmu semakin laris. Nah produk yang laris manis itu lah yang disebut sebagai Winning Product. Tentunya, kamu juga ingin merasakan hal yang sama bukan? 

Tenang saja, pada kesempatan ini, Nurdin Hoerrudin seorang expert di bidang Digital Marketing sejak 2016 dan aktif membantu UMKM akan berbagi tips penting untuk Teman Ninja seputar winning products dan bagaimana langkah yang tepat untuk mencari tahu bagaimana memilih winning product agar omsetmu meroket!  

Apa itu Winning Products? 

Sebelum lanjut, kita perdalam terlebih dahulu pengertian winning products. Menurut Nurdin, Winning products adalah produk yang sudah terbukti berhasil terjual sesuai dengan target pasar yang dituju dengan anggapan produk tersebut sudah terbukti kualitas dan manfaatnya.

Winning Products
Sumber: Unsplash

Winning product sendiri adalah produk yang berpotensi terjual lebih mudah atau profitable

Setelah mengetahui pengertian dari Winning Products, tahapan awal yang harus diketahui agar produk kamu berpotensi menjadi winning products adalah riset produk. Hal ini penting untuk dilakukan agar kamu mengetahui produk apa yang sedang laku dan dibutuhkan oleh pelanggan. Selain itu, riset produk juga dapat menjadi alternatif untuk melihat perkembangan kompetitor sehingga Kamu dapat mengembangkan produk dan layanan. Nah Teman Ninja, berikut ini kita akan ulas satu persatu cara riset praktis winning product agar omset meroket:

1. Google Trend dan Google Keyword Planner

Winning Products
Sumber: Unsplash

Google adalah mesin pencari yang mendominasi 92% pencarian di seluruh dunia oleh karena itu, menggunakan google trend juga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mengetahui seberapa banyak orang yang mencari produk dengan kategori winning products. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan fitur ini yaitu pastikan lokasi pencarian dan rentangan waktu pencarian, hal ini disebabkan karena trend di lokasi satu berbeda dengan lokasi lainnya dan berputarnya trend yang cepat harus disesuaikan dengan tepat agar tidak salah momentum. 

Google Trend
Sumber: Google Trend

Fitur selanjutnya adalah Google Keyword Planner yang dapat digunakan setelah dan sebelum produk ditentukan. Penggunaan sebelum produk ditentukan berguna untuk mencari tahu produk apa yang sering dicari di mesin pencari oleh pelanggan yang membutuhkan suatu produk. Penggunaan setelah penentuan produk berfungsi untuk menggunakan keyword yang tepat untuk produk kita sehingga lebih mudah ditemukan dan bisa muncul di halaman pertama mesin pencari.

Baca Juga: 6 Rahasia Optimalkan Google untuk Menggebrak Pasar Online

2. Marketplace

Cardmapr Nl Sgj4fw55y7w Unsplash
Sumber: Unsplash

Bagi Teman Ninja yang berencana untuk menjual produknya melalui marketplace, riset pada platform ini juga sangat direkomendasikan karena banyak marketplace yang tersedia di Indonesia sudah dilengkapi dengan fitur filter yang memudahkan kita untuk melihat produk terlaris dari masing-masing marketplace. Setiap marketplace memiliki konsumen tersendiri sehingga hasilnya juga bisa lebih beragam.

Pada aplikasi Shopee, kamu dapat menggunakan fitur filter untuk dapat melihat produk apa saja yang banyak dicari di suatu daerah dengan spesifikasi tertentu yang ingin kamu jual. Pada aplikasi Tokopedia, tentukan terlebih dahulu mencari produk secara umum seperti misalnya dengan mencari “Galeri Fashion Pria” maka kamu akan diberikan rekomendasi kategori terlaris.

3. Social Media Research

Jeremy Bezanger 9k Gcyloh2g Unsplash
Sumber: Unsplash

Tahukah Teman Ninja, melakukan riset media sosial juga dapat membantu kamu dalam menentukan produk yaitu dengan cara memanfaatkan fitur tagar (#) pada beberapa sosial media seperti Twitter dan Instagram. Selain itu, tidak sedikit influencer yang memasarkan produk melalui fitur seperti story Instagram dan utas di Twitter. 

Facebook juga tidak kalah penting dalam mesin pencari, Kamu dapat mencari produk apa yang sedang banyak dijual dengan mengandalkan keyword promosi seperti misalnya “diskon 50% all item” atau “Gratis Ongkir” maka akan muncul beberapa pilihan yang dapat kamu pertimbangkan menjadi calon winning products.

Baca Juga: Alasan Mengapa Harus Mulai Jualan di TikTok

4. Consumer Product Review

Hanson Lu Sq5p00l7lxc Unsplash
Sumber: Unsplash

Cara lain untuk mengetahui manakah produk yang sedang laris adalah dengan mengacu pada ulasan produk baik dalam bentuk tulisan di marketplace, blog maupun video YouTube. Dengan Melihat ulasan dari konsumen yang telah membeli produk, biasanya produk yang banyak mendapat ulasan menandakan produk tersebut sedang banyak dicari oleh konsumen.

Namun, riset produk melalui review juga bisa menjadi sarana untuk menemukan keunggulan dan kekurangan produk kompetitor bagi kamu yang menciptakan produk sendiri. Dengan informasi yang didapatkan, kamu dapat menyusun strategi bagaimana membuat produk akan lebih baik daripada milik kompetitor.

5. Riset Eksplorasi dan Riset Konklusi

Scott Graham Oqmzwnd3thu Unsplash
Sumber: Unsplash

Apabila kamu ingin mendapat jawaban langsung dari calon pelanggan, maka tidak ada salahnya untuk menerapkan kedua jenis riset ini, yaitu riset eksplorasi dan riset konklusi. Riset eksplorasi berguna untuk melemparkan pertanyaan umum kepada audiens seperti “produk apa yang sedang anda butuhkan” atau menjurus ke satu jenis produk “payung apa yang menurutmu bagus?” dari pertanyaan ini Kamu akan mendapatkan insight yang dapat digunakan untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan pada riset Konklusi. 

Riset konklusi berfungsi untuk menyortir insight-insight yang kamu dapatkan di riset eksplorasi dapat digunakan untuk menyusun kuesioner dari insight yang didapatkan dari pertanyaan “payung seperti apa yang menurutmu bagus?” misalnya terdapat beberapa jawaban “Payung yang bagus adalah payung yang murah, payung yang trendy, payung yang premium” dari ketiga pilihan tersebut kamu dapat membuat skala sehingga dapat menentukan pilihan yang paling banyak diinginkan oleh responden.

Hasil dari riset eksplorasi dan konklusif yang akurat dapat digunakan untuk menentukan pemilihan produk yang tepat serta inovasi layanan bisnis kamu.

Foto Video
Sumber: Dok. Ninja Xpress

Nah itu dia, beberapa tips untuk riset praktis winning products agar omset kamu meroket, dengan menerapkan beberapa tips di atas kamu dapat menjawab satu pertanyaan sebelum memutuskan untuk menjual produk. Yuk dicoba ya tips-nya! Setelah melalui riset dan mendapatkan produk yang dijual, tugas kamu selanjutnya adalah memberikan touch up ke produk kamu agar semakin dilirik, caranya adalah persiapkan katalog produk terbaik kamu dengan foto & video berkualitas. Tenang saja, ada layanan foto & video produk gratis dari Ninja Xpress Creative Business Solution

Featured image by Alvaro Reyes from Unsplash