Jadi Reseller Pemula? Cobain Yuk, 8 Tips Penting ini Dari Christina Lie!

Ninja Van

Jadi Reseller Pemula? Cobain Yuk, 8 Tips Penting ini Dari Christina Lie!

Tertarik cobain bisnis jadi reseller? Modal hp dan internet yang oke, udah cukup buat jalanin bisnis ini. Penasaran mau tau lebih lanjut? Yuk, simak sampai habis!

Pandemi…Oh pandemi. Setahun lebih wabah ini hadir di tanah air, dampak yang ditimbulkan pun beragam, mulai dari bahaya ada di tengah kerumunan hingga hilangnya mata pencaharian. Akhirnya, banyak orang yang berlomba-lomba memutuskan untuk banting setir profesi menjadi pengusaha rumahan dengan membuat brand sendiri, fokus bisnis di e-commerce, sampai jadi reseller yang cuma bermodalkan handphone dan kuota internet. 

BI (Bank Indonesia) menyebutkan pada tahun ini akan terjadi peningkatan transaksi e-commerce mencapai hingga 33,2%. BI memproyeksikan pada nilai yang dicapai sebesar Rp 337 triliun pada tahun 2021, meningkat dibanding tahun 2020 yaitu sebesar Rp 253 triliun. Para pelaku UKM harus bisa melihat hal ini sebagai sebuah peluang bisnis baru, salah satunya dengan menjadi reseller di tengah pertumbuhan pesat e-commerce. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, pelaku UKM dituntut untuk lebih adaptif dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Kalau Teman Ninja termasuk tim yang nggak mau pusing mikirin urusan produksi, biaya operasional dan berbagai hal yang sering dihadapi oleh pemilik bisnis, jadi reseller adalah jawabannya! Sama nih kayak yang dijelaskan Christina Lie selaku founder  101Red.com pada program Aksilerasi III dengan tema Capai Omzet Milyaran dari Rumah Melalui Akses Jaringan Bisnis oleh Ninja Xpress, yaitu “Bagi pelaku UKM sebelum memutuskan menjadi reseller atau brand owner, harus terlebih dahulu memperhatikan tantangan dan keuntungan dari kedua bentuk bisnis tersebut”.

Nah supaya Teman Ninja lebih paham lagi, simak dulu yuk 8 tips mudah bagi reseller pemula agar sukse ala Christina Lie ini:

1. Pilih Produk yang Peluangnya Besar di Pasaran

Tantangan terbesar menjadi reseller adalah banyaknya kompetitor. Tapi jangan mudah putus asa, kamu bisa mencari produk yang punya potensi pasar yang besar. Jadi, walaupun produk yang kamu pilih untuk dijual memang bukan produk umum dan konsumennya sedikit, tapi konsumen tersebut loyal dan dapat melakukan pembelian berulang terus-menerus.

2. Manfaatkan Marketplace dan Buat Tampilan yang Menarik

Sumber: pixabay.com

Era digital dan pandemi membuat kebiasaan belanja masyarakat perlahan-lahan berubah menjadi belanja online. Nggak heran sekarang banyak orang yang lebih memilih belanja di marketplace. Walaupun nggak punya brand sendiri, sebagai reseller hal ini nggak boleh kamu lewatkan gitu aja. Kesalahan krusial yang sering dilakukan para reseller biasanya membiarkan tampilan toko mereka di marketplace ala kadarnya. Tampilan tokomu di marketplace harus bagus dan jangan kalah dengan mereka yang punya brand sendiri walaupun budget-nyaminim. Tampilan yang menarik dan sesuai dengan target pembeli mampu meningkatkan kesempatan produkmu terjual lebih tinggi.

3. Melengkapi Deskripsi dan Informasi Produk yang Dijual

Sumber: unsplash

Informasi dan deskripsi produk yang jelas dapat membantu calon pembeli kamu untuk memutuskan membeli. Hayuk, ah jangan malas! Deskripsi asal-asalan dan informasi produk yang tidak jelas akan jadi bumerang buat kamu selaku reseller, karena citra toko menjadi buruk di mata calon pembeli.

4. Yuk, Gunakan Media Sosial Untuk Promosi!

Sumber: unsplash.com

Media sosial memiliki kekuatan yang besar buat ajang promosi. Penting banget hukumnya buat kamu manfaatin. Bakal lebih baik lagi, kalo kamu bikin media sosial khusus bisnis, supaya nggak tercampur dengan akun pribadimu. Penting buat dicatat! Media sosial memiliki pasar masing-masing, jadi pastikan kamu memberikan konten yang sesuai dengan pasarmu.

5. Jalin Koneksi dengan Kompetitor? Gas lah…

Sumber: canva.com

Bangun koneksi dengan reseller lain penting banget loh buat menciptakan kedekatan. Salah satu trik yang bisa diterapkan adalah dengan membuat grup Whatsapp atau bergabung dengan grup yang sudah ada. Jangan lupa, perkenalkan diri buat mengenal satu sama lain. Adanya interaksi antar reseller di grup tersebut akan menghasilkan kolaborasi ketika stok barang habis dan membutuhkan stok barang lain. Cakeup, dengan cara ini kamu bisa dapetin win win solution dalam pembagian margin.

6. Kenali Produkmu dan Pastikan Stoknya

Sumber: unsplash.com

Paham betul sama produk sendiri bisa jadi bekal buat kamu dalam menjelaskan barang yang dibutuhkan pelanggan. Jangan lupa, pastiin produk kamu stoknya lengkap dan bervariasi supaya pelanggan lebih percaya dan mau repeat order produkmu. Punya jam operasional toko lebih lama dan selalu cepat respon terhadap pertanyaan pelanggan melalui chat di marketplace atau media sosial, bisa menghadirkan kenyamanan lebih kepada pelanggan ketika berbelanja.

7. Gunakan ekspedisi lengkap COD dan Sameday

Sumber: unsplash.com

Sediakan pengiriman dengan berbagai layanan seperti COD dan same day. Pelanggan akan merasa diberikan kebebasan untuk memilih layanan pengiriman yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Salah satunya dengan percayakan pada Ninja Xpress yang #SiapBantuSampaiTujuan dengan berbagai pilihan waktu dan layanan pengiriman.

8. Menjaga after sales dengan pelanggan

Hayooo, hal ini kelihatannya sepele tapi sering dilupakan oleh reseller. Jangan lupa tanyakan ke pelanggan mualai dari posisi barang yang diterima sampai adakah kendala pada barang saat sampai tujuan. Hal ini menunjukan kepedulian kamu sebagai reseller terhadap pelanggan demi kenyamanan berbelanja dan menghasilkan pesanan berulang.

Itu dia 8 tips dari Christina Lie yang cocok banget buat dicobain reseller pemula. Tips ini disampaikan saat kelas networking yang merupakan bagian dari program Aksilerasi III. Ninja Xpress juga menyediakan 50 voucher COD bagi pelaku UKM yang bergabung pada kesempatan menjadi reseller di 101Red.com di kelas networking tersebut. 

Semoga informasi yang disampaikan manfaat, selamat mencoba!

Daftar isi

    Videos

    Shares