Erika Ricardo 5 Cara Buat Konten Yang Tembus Fyp Tiktok

Erika Ricardo: 5 Cara Mudah Bikin Konten TikTok Tembus FYP

TikTok sukses jadi salah satu media sosial favorit di berbagai kalangan belakangan ini. Gak heran, kalo banyak orang berlomba-lomba supaya kontennya tembus FYP, termasuk akun bisnis online. Yuk, cari tahu gimana caranya supaya kontenmu bisa FYP juga!

Menurut data, di akhir tahun 2021 tercatat jumlah unduh aplikasi TikTok di seluruh dunia mencapai peringkat pertama dengan total 656 juta pengguna. Ini nih, yang bikin banyak orang tertarik ikut berkreasi bikin konten video kreatif di TikTok. Salah satu Content creator dengan jutaan followers di Indonesia, yaitu Erika Ricardo, juga aktif berkonten untuk mengetahui apakah konten yang diproduksinya efektif menangkap perhatian audiens. Soalnya, menurut suatu riset, 95% pengguna TikTok menonton konten dari FYP mereka. 

Awal Mula Perjalanan Erika di TikTok

Erika memulai perjalanan di TikTok di awal tahun 2020, saat kuliah sambil mulai membangun bisnis By.Paintersnya. Ia mulai membuat konten di bidang seni, karena menurutnya TikTok bisa jadi supporting pillar dalam bisnisnya di bidang yang sama. 

Karena menurutku untuk bisnis Tiktok Itu sangat-sangat efektif buat dimulai dan penyebarannya itu cepet banget dibanding media sosial lainnya

Sekarang, Erika dikenal sebagai pelukis di TikTok dan sukses meraih kategori “Rising Star of the Year: 2021” dengan konten lukis dan bisnis di usia 18 tahun. Karena videonya yang sering tembus FYP, Erika dengan senang hati berbagi tips penting untuk Teman Ninja seputar cara bisa tembus FYP dan apa pengaruhnya untuk bisnis online. Yuk, cek!

Apa itu FYP?

Sebelum kita masuk pembahasan, Teman Ninja harus tau dulu FYP  (For Your Page) adalah halaman rekomendasi di TikTok yang akan muncul pertama kali setiap kita membuka aplikasinya. Makanya, banyak akun-akun yang pengen videonya berhasil masuk ke FYP pengguna TikTok. Ada 3 faktor awal yang Teman Ninja gak boleh lupa:

  • Setting pengguna. Di dalamnya ada referensi bahasa, negara asal, dan jenis perangkat yang digunakan. 
  • Interaksi user. Berdasarkan konten yang diikuti, disukai, dikomentari, serta konten yang diproduksi oleh pengguna. 
  • Detail video. Seperti hashtag, audio yang dipakai, dan caption. 

Dari pengalaman Erika,  ada beberapa poin lanjutan yang harus diperhatikan untuk bisa tembus FYP saat Ia menganalisis konten miliknya. Yaitu:

1. Pentingnya Konsistensi

Firmbee Com Gcsnospexfs Unsplash
Sumber: Unsplash

Menurut Erika, nggak ada yang namanya sistem kebut semalam. Untuk pengguna TikTok lama saja untuk tembus FYP tidak mudah, apalagi pemula? Bagi para creator atau pebisnis yang ingin masuk FYP, cara utama yang harus dicoba adalah konsistensi. Sebagai pemula kamu bisa mencoba untuk meng-upload video sebanyak-banyaknya dan juga sesering mungkin untuk menarik audiens.

FYP tiktok itu bergantung banget sama algoritma, tapi memang gak bisa dipungkiri konsistensi itu berpengaruh banget

2. Ikuti Trend yang Sedang Viral

Bruce Mars Fwvmhua Wby Unsplash
Sumber: Unsplash

Kamu bisa aktif cari tahu trend apa yang sedang viral di TikTok dengan cek di menu Discover pada aplikasi, kemudian kamu cobain deh untuk ikut trend-nya dengan gayamu sendiri. Hal ini juga biasa Erika terapkan buat bisa tembus FYP. Misalnya, di tahun 2020 lagu Lathi sedang viral di Tiktok dan banyak orang membuat video makeup challenge, Erika justru hadir dengan kreativitasnya untuk membuat filter wajah. Ini adalah video pertama Erika yang tembus FYP  pada saat itu. Kenapa ikut trend perlu dicoba? Karena akan mempengaruhi engagement.

3. Perhatikan Target Pasar & Harus Punya Personality

Brett Jordan D44kht8ex14 Unsplash
Sumber: Unsplash

Dengan mengetahui siapa target pasar (niche audience) kita, video menarik dan relevan lebih mudah untuk kita buat. Hal ini penting, soalnya sekarang ini banyak kompetitor yang punya target pasar sama dengan bisnismu. Saran Erika, kita bisa mencoba setidaknya 20 video untuk mengetahui jenis konten yang disajikan disukai atau nggak oleh audiens. Kalau masih belum bagus, Erika menambahkan unsur entertainment dan personality dalam videonya. 

Karena kita nggak boleh lupa kalau orang itu lari ke media sosial ujung-ujungnya untuk hiburan. Pastikan selain promosi, konten kita bisa menghibur dan punya personality

Salah satu alasan Erika lebih sering mempromosikan bisnis di akun pribadinya, karena ia merasa akun bisnis itu terkadang tidak seperti “manusia”, karena tidak bisa berinteraksi dengan bebas dan tidak ada personality. Jadi triknya adalah, kamu harus bisa membuat akun bisnismu punya personality juga.

4. Tipe Konten yang Cocok untuk Pelaku Bisnis

John Schnobrich Flpc9 Vocj4 Unsplash 1
Sumber: Unsplash

Sebagai pelaku bisnis, gak semua konten cocok buat kamu terapkan. Yuk cek konten-konten apa aja yang cocok dipakai untuk bisnismu:

  • Konten Tutorial
    Walaupun produkmu sudah banyak beredar di pasaran, nggak ada salahnya kok bikin konten cara penggunaan produkmu untuk mempermudah kehidupan sehari-hari. Di sini, kamu bisa menampilkan kelebihan produkmu dan juga value dari brand-mu. Tunjukkan juga kualitas produkmu lewat konten unboxing
  • Konten DIY dan Life Hacks
    Kamu bisa membuat konten dengan alur cerita dengan mengangkat suatu masalah kemudian produkmu lah yang jadi solusinya. Kemas konten promosi ini sebagai konten yang menarik dan tunjukkan kelebihan produkmu dibanding kompetitor, ya!
  • Konten Testimoni & Behind the Scene
    Untuk menarik emosional pelanggan: Sekarang, banyak pelaku bisnis yang membuat konten menceritakan kehidupan di balik layar dan seberapa hangatnya orang-orang yang bekerja dalam bisnis mereka. Konten tipe ini bisa menanamkan emotional bonds yang baik antara pengguna dengan pelaku bisnis. Hal ini juga diterapkan Erika loh saat kontennya sudah kelihatan agak menurun performanya, contoh kontennya seperti ”A day in my life”  atau konten yang menceritakan pengalaman unik saat menerima orderan.

5. Tips Seputar Konten

David Emrich Tdecf3xmdwg Unsplash
Sumber: Unsplash

Ada beberapa tips & trik tambahan dari Erika yang sering banget dipakai dalam kontennya, seperti:

  • Kualitas video yang digunakan: Nggak harus luar biasa tinggi, cukup untuk terlihat profesional seperti tidak blur, shaky, menggunakan transisi yang lagi trend tapi seperlunya saja.
  • Trend, lagu, hashtag, & durasi: Kamu bisa menggunakan trend dan lagu yang sedang banyak dipakai karena mempengaruhi engagement, kalau untuk hashtag menurut Erika tidak terlalu berpengaruh karena banyak juga konten tanpa hashtag masuk FYP berkat kontennya yang menarik, pastikan durasi video tidak lebih dari 1 menit karena penonton sudah tidak fokus.
  • 2 Seconds rules: 2 detik pertama yang akan menentukan apakah penonton akan stay sampai akhir video atau tidak.
  • Jam posting dan akun bisnis: Menurut Erika jam posting tidak ada aturannya, yang penting kita harus konsisten untuk waktu posting video dan lihat jam aktif followers kita. Kemudian untuk pemilik bisnis tidak harus ganti ke akun bisnis, karena Erika malah lebih suka pakai akun pribadi. Tapi dengan akun bisnis, ada fitur TikTok Shop yang memudahkan untuk pembeli untuk belanja.

Nah, seperti yang Erika sampaikan. Walaupun kamu gak terlalu perlu konten dengan kualitas terbaik, tapi paling nggak kontenmu harus terlihat profesional seperti nggak blur, editannya rapi dan relate dengan target pasar. Bingung gimana bikinnya karena kamu masih pemula? Tenang, Ninja Xpress punya solusinya lewat Creative Hub. Yaitu layanan unggulan dari Ninja Xpress yang siap bantu upgrade bisnismu, mulai dari pembuatan video & foto, endorsement, dan masih banyak lagi!

Cari tahu lebih banyak tentang Creative Hub di sini!

Image
Sumber: Dok. Ninja Xpress

Informasi dari Erika menarik banget ya buat diikutin untuk bikin konten FYP di TikTok. Ternyata konsistensi, ikutin trend, dan punya personality bener-bener berpengaruh untuk bikin FYP. Selain itu, kita jadi paham nih kenapa banyak orang pengen banget kontennya FYP dan viral, karena menurut Erika konten trending pasti akan bantu ke conversion juga seperti nambah followers, engagement, dan tentunya sales. Kalau konten rame, ketertarikan orang juga akan semakin tinggi. Yuk, selamat mencoba, Teman Ninja!

Featured image by Solen Feyissa from Unsplash