8 Jurus Closing Efektif Hasilkan Penjualan Melalui chat

Ninja Van

8 Jurus Closing Efektif Hasilkan Penjualan Melalui chat

92% penjual menyerah setelah mendapat penolakan sebanyak 4X. Padahal, calon pembeli biasanya jadi membeli setelah itu. Coba tips berikut agar dapat melakukan closing melalui chat.

Halo Teman Ninja! 

Pernahkah kamu menyaksikan prosesi penalti pada pertandingan sepak bola?  Bayangkan saat sang striker sedang bersiap menendang bola ke gawang, namun tidak terjadi gol. Sakitnya tuh disini! Hal yang sama dapat terjadi saat penjual tidak menerapkan Jurus Closing yang efektif sehingga gagal deal dengan calon pembeli. 

Yuk kita awali artikel ini dengan temuan menarik, bahwa 92% penjual menyerah setelah mendapat penolakan sebanyak 4 kali, sedangkan 80% calon pembeli akhirnya mengatakan “iya” setelah menolak sebanyak 4 kali. Hal ini menunjukkan bahwa teknik untuk closing deal dengan calon pembeli atau client adalah sebuah seni yang bisa dipelajari dan dipraktikkan oleh teman ninja sekalian!

Baiklah, sebelum kita mulai untuk membedah satu persatu Jurus Closing Efektif, Teman Ninja juga wajib memperhatikan tiga hal ini, pertama memahami produk yang dijual agar dapat menyampaikan keunggulan produk dengan baik serta menghindari keraguan calon pembeli. Kedua Teman Ninja juga dapat menyampaikan kepada calon pembeli bahwa produk kita lah yang dapat menyelesaikan masalah mereka dengan menjelaskan keunggulan produk. Ketiga Teman Ninja harus mulai untuk membangun kepercayaan konsumen, walaupun seandainya prospek tidak jadi membeli, kita harus tetap memberikan pelayanan yang maksimal agar calon pembeli memiliki persepsi positif terhadap produk kita. 

Setelah memahami ketiga hal di atas, mari kita simak satu persatu 8 Jurus Closing Efektif hasilkan Penjualan via chat. 

1. Berikan Pertanyaan Pilihan (Question Close)

Sumber: Unsplash

Jawaban “Tidak” adalah sinyal buruk untuk penjual, oleh sebab itu hindarilah melontarkan pertanyaan yang dapat dijawab “Ya/Tidak”. Cara ini adalah alternatif untuk membuat calon pembeli menjelaskan dengan lebih rinci produk apa yang mereka inginkan, misalnya dengan menanyakan “Kami memiliki beragam varian, varian seperti apa yang anda inginkan?” Atau menanyakan budget calon pembeli untuk dapat disesuaikan dengan produk yang kamu miliki. 

Teknik ini dapat digunakan saat calon pembeli terlihat tidak tertarik dengan produk kita karena kurangnya informasi yang mereka dapatkan. Jangan gunakan teknik ini apabila Kamu menyadari bahwa produkmu tidak dapat menjawab permasalahan konsumen, walaupun pada akhirnya kamu berhasil menjual, konsumen akan menganggapmu sebagai pembohong. 

2. Yakin mereka akan beli (Assumptive Close)

Sumber: Pexels

Teknik ini menggunakan asumsi sebagai pendorong untuk calon pembeli terus merasa terhubung dengan produkmu. Caranya cukup sederhana, kamu hanya perlu berasumsi bahwa prospek akan membeli produk yang kamu tawarkan dengan memberikan pertanyaan yang semakin merujuk kepada produk. Misalnya dengan memberikan pertanyaan “Produk ini tersedia, mau beli berapa box kak?” Atau “Stoknya masih ada banyak, mau dikirim dengan same day atau instant?” 

Teman Ninja, sebelum menggunakan teknik ini, pastikan dulu ya calon pembeli tertarik dengan produkmu dan produkmu dapat menjawab masalah yang dihadapi pembeli. Hindari menggunakan teknik ini saat calon pembeli memberikan respon yang sama secara berulang, misalnya seperti “oke sebentar ya, saya tanya suami dulu” atau “oke terima kasih, nanti saya kabari ya”. 

3. Teknik 3 in 1

Sumber: Pexels

Waktu adalah uang. Banyak diantara calon pembeli yang tidak memiliki cukup waktu untuk mencari tahu tentang produk yang kita miliki, oleh sebab itulah mengapa kamu harus memahami produk dengan baik agar dapat menjelaskan dengan singkat, padat dan jelas tiga keunggulan dari satu buah produk. Misalnya, “Produk ini dapat mencerahkan, melembabkan dan melindungi kulit dari sinar UV” dengan menjelaskan tiga keunggulan secara singkat maka calon pembeli dengan mudah memahami fungsi dan keunggulan produk. 

Jangan gunakan teknik ini, apabila Teman Ninja bertemu dengan calon pembeli yang menyukai detail dan cenderung komunikatif, karena mereka dapat berpikir kamu tidak menyediakan cukup waktu untuk diskusi. Nah sebaliknya, kamu bisa gunakan teknik ini apabila bertemu prospek  yang tidak komunikatif atau to the point agar kamu tidak terkesan bertele-tele dan memakan banyak waktu mereka. 

4. Now or Never (Urgency Close)

Sumber: Unsplash

Teknik ini digunakan untuk mencegah perubahan rencana atau perubahan keputusan oleh calon pembeli, kamu wajib memastikan pembelian dilakukan secepatnya dengan cara menawarkan beberapa kemudahan, manfaat lebih hingga promo menarik yang bisa didapatkan apabila membelinya sekarang. 

Misalnya dengan mengatakan “Khusus untuk pembelian hari ini, kami akan berikan promo biaya pengiriman gratis ke seluruh Indonesia” atau “Jika membeli produk kami hari ini, maka kami akan memberikan secara cuma-cuma kartu member yang berlaku seumur hidup untuk gratis servis” dengan menggunakan teknik ini, kemungkinan besar prospek mengalami FOMO (Fear of Missing Out) atau takut kehilangan momen.

Kamu dapat mengaplikasikan teknik ini saat mengetahui calon pembeli sudah mengkonfirmasi bahwa produk yang kamu tawarkan sudah memenuhi kebutuhan atau menjawab masalah mereka. 

5. Testimoni

Sumber: Pexels

Teman Ninja, Testimoni adalah suatu bentuk pernyataan atau pesan yang diberikan konsumen mengenai kepuasan atau ketidakpuasan setelah mencoba/menggunakan suatu produk. Testimoni yang positif secara tidak langsung akan membangun kepercayaan konsumen. Kepercayaan konsumen ini lah yang dapat kamu ceritakan kepada calon pembeli bahwa produk kamu telah berhasil menjawab permasalahan konsumen sebelumnya. Kamu dapat mengatakan “Kami memiliki konsumen yang kebutuhannya serupa dengan anda, setelah menggunakan produk kami, kulitnya yang dulu kusam. perlahan menjadi lebih cerah dan tidak sensitif lagi”.

Nah Teman Ninja, gunakanlah teknik ini setelah kamu memastikan kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh calon pembeli, serupa dengan konsumen yang telah membeli produk kamu sebelumnya alias produk kamu berhasil memberikan perubahan positif bagi konsumen sebelumnya.

6. Harga Coret

Sumber: Unsplash

Tahukah kamu, Visual Marketing merupakan bagian dari strategi penjualan, dimana gambar memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan persepsi calon pembeli. Kamu dapat menggunakan salah satunya, yaitu bermain dengan harga coret atau price anchoring effect

Caranya adalah, sebelum menjelaskan produk, kamu dapat mengirimkan brosur terlebih dahulu kepada calon pembeli. Pada brosur tersebut harus muncul dua harga yang salah satunya telah dicoret. Cara ini membuat calon pembeli merasa diuntungkan karena harga baru yang lebih murah dari harga yang lama. 

Kamu dapat menggunakan teknik ini apabila telah menyiapkan desain brosur dan foto produk yang menarik, selain itu jangan lupa, kamu juga harus memastikan bahwa harga yang tertera sudah sesuai dengan perhitungan keuntungan kamu ya! 

7. Berempati

Sumber: Unsplash

Teman Ninja, teknik ini ingin mengajak kamu untuk menyadari bahwa bisnis tidak melulu soal penjualan akan tetapi juga bagaimana membangun hubungan baik antara penjual dan pembeli, oleh karena itu kamu dapat memasuki dunia konsumen dengan cara berempati, agar calon pembeli merasa kamu peduli dan benar-benar paham bagaimana menyelesaikan masalah-masalah yang mereka alami. 

Teknik ini sebaiknya digunakan untuk calon pembeli yang memiliki sifat terbuka dan mau menjelaskan secara lengkap masalah yang sedang mereka hadapi. Contoh kalimat yang dapat kamu gunakan misalnya “Sebelumnya saya juga jerawatan, minder kalau ketemu teman, tapi sejak saya pakai produknya, jerawat mulai berkurang dan kulit makin cerah kak” pernyataan ini menandakan bahwa kamu pernah mengalami hal yang sama seperti yang dihadapi oleh calon pembeli. Apabila kamu berhasil menjual dan konsumen puas, secara tidak sadar kamu akan memiliki konsumen yang setia. 

8. Kesan Eksklusif

Sumber: Unsplash

Sebelum menggunakan teknik ini, kamu harus menjawab beberapa pertanyaan terkait produk yang kamu ingin jual. Apakah produk yang kamu jual unik, kreatif dan menunjukkan identitas? Atau apakah produk kamu dibuat terbatas, langka dan tidak pasaran? 

Jika produk kamu memiliki kriteria seperti di atas, maka produk kamu layak menyandang gelar eksklusif dan siap-siap yuk belajar bagaimana menggunakan jurus efektif untuk closing deal dengan calon pembeli. 

Berikut ini salah satu contoh kalimat yang dapat kamu gunakan untuk mengedepankan eksklusivitas, “Produk yang kami tawarkan jumlahnya terbatas dan hanya dimiliki oleh 100 orang di Indonesia, 10 pembeli pertama akan mendapatkan gratis perawatan seumur hidup” 

Menciptakan kesan eksklusif seringkali juga menentukan target konsumen. Produk yang memiliki kesan eksklusif biasanya tidak murah, jadi teknik ini cocok digunakan untuk menyasar ekonomi menengah ke atas. 

Nah bagaimana Teman Ninja, apakah kamu sudah siap mempraktikkan 8 Jurus Closing Efektif hasilkan penjualan via chat? Jangan lupa juga untuk memperhatikan situasi dan kondisi masing-masing teknik yang sudah kami cantumkan di setiap jurusnya ya! Selamat mencoba! 

Featured image by Luis VillasmilHire from Pexels

Daftar isi

    Videos

    Shares