Bang Syaiha Customer Insight, Alat Meningkatkan Penjualan Umkm

Bang Syaiha: Customer Insight, Alat Meningkatkan Penjualan UMKM

Customer insight merupakan sebuah proses untuk mengumpulkan informasi dari konsumen yang berguna untuk perkembangan bisnis.. Ingin tahu bagaimana cara pemanfaatannya terutama bagi UMKM? Yuk, simak ulasan dari Bang Syaiha tentang customer insight!

Mengelola bisnis tak hanya melulu soal keuangan dan produksi. Kamu juga perlu memahami apa yang konsumen inginkan dan bagaimana perkembangan tren pasar terkini. Untuk lebih mudah mencari tahu serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan permintaan konsumen, kamu dapat menggali informasi melalui customer insight

Teman Ninja ingin tahu lebih lengkap mengenai customer insight? Kali ini Bang Syaiha sebagai founder sekolahfbads.com akan membahas bagaimana pemanfaatan customer insight khususnya untuk sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Simak bersama-sama ulasan di bawah ini, yuk!

1. Pahami Konsep Customer Insight

Customer Insight
Sumber: Unsplash

Setiap pebisnis wajib memahami tentang siapa konsumen yang akan membeli produk yang mereka jual. Kamu dapat menggunakan customer insight untuk mengenali siapa konsumen yang akan membeli produkmu. Customer insight adalah proses untuk mengumpulkan informasi mengenai konsumen, mulai dari tren, minat, preferensi, perilaku, dan sebagainya.

Menurut Bang Syaiha, informasi yang didapatkan dari customer insight akan memudahkan pebisnis mengidentifikasi konsumen, mempelajari purchasing behaviour atau purchasing pattern, memperkuat brand dengan competitive edge yang lebih tinggi dari kompetitor serta meningkatkan pelayanan terbaik yang akan menciptakan hubungan yang erat dengan konsumen.

Manfaat dari customer insight sangat berguna bagi pengembangan bisnis, lho! Salah satu perusahaan yang terkenal telah memanfaatkan customer insights adalah Unilever. 10 tahun yang lalu, Unilever telah menggunakan metode penggalian customer insights melalui metode-metode tradisional, seperti survei offline dan wawancara. 

Kini di era modern, Unilever telah mengembangkan metode penggalian insights dengan menggabungkan kedua metode tradisional dan metode modern yaitu menggunakan metode seperti FGD, interview, Instagram analytics, dan lain lain.

Baca Juga: Kris Moerwanto: Uniknya Neuromarketing, Strategi Marketing Super Ampuh!

2. Cari Tahu Informasi yang Diperlukan

Customer Insight
Sumber: Unsplash

Hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan setelah memahami apa itu customer insight adalah mencari informasi. Namun, kamu harus tahu terlebih dahulu informasi apa yang kamu butuhkan sebelum mencari insight. Sehingga strategi yang akan kamu lakukan juga lebih tepat sasaran. 

Jenis informasi yang kamu butuhkan dalam customer insight antara lain: 

  • Tren penjualan. Memahami tren penjualan akan membantumu mengetahui produk mana yang paling diminati dan kurang diminati oleh konsumen. Hal ini dapat membantumu dari segi pengurusan inventory atau stok barang agar tidak ada barang yang mengendap terlalu lama.
  • Data produk. Analisis terhadap data produk yang beredar dapat membantu  dalam proses pengembangan agar produk yang kamu jual lebih sesuai dengan preferensi dan kebutuhan konsumen. 
  • Feedback. Saat melakukan analisis terhadap insights dari konsumen, pastikan bahwa kamu mempertimbangkan feedback positif dan negatif. Feedback yang positif berguna untuk mempertahankan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, sementara feedback negatif membantu untuk memperbaiki dan melakukan improvement terhadap produk. 
  • Sosial dan demografi. Kamu pun perlu memperhatikan latar belakang konsumen ketika melakukan analisis. Ketika kamu sudah memahami tentang latar belakang konsumen, kamu bisa langsung mengidentifikasi minat mereka. Sebab, setiap konsumen dari berbagai macam background pasti mempunyai preferensi yang berbeda pula.

3. Manfaatkan Teknologi Sederhana

Customer Insight
Sumber: Unsplash

Mungkin kamu sudah membayangkan berbagai perangkat lunak canggih untuk menjalankan customer insight. Media yang cukup advance seperti Facebook Ads dapat mulai kamu manfaatkan. 

Bila kamu adalah pebisnis pemula, kamu tidak perlu pusing karena tidak mempunyai perangkat yang canggih tersebut. Kamu bisa mulai menggunakan cara yang sederhana seperti: 

  • Membaca online review yang diberikan oleh konsumen. Cara ini merupakan metode yang paling mudah dan cepat untuk mendapatkan feedback dan insights. 
  • Apabila kamu memiliki website, kamu bisa menggunakan data dari website untuk mendapatkan banyak insights mulai dari jumlah views, click rate, bounce rate, dan lain lain.
  • Kamu pun juga dapat menganalisis pattern melalui purchasing history dari toko online atau offline yang kamu miliki. Lihatlah produk mana yang lebih laku, dan mana yang tidak, dan sebagainya.
  • Selain membaca review atau melakukan survei, kamu dapat mewawancara konsumen secara langsung. Melakukan interview mampu memitigasi terjadinya jawaban yang bias atau disembunyikan. Perhatikanlah body language, tone, dan bagaimana konsumen yang menjawab pertanyaan yang diberikan.

Baca Juga: Nurdin Hoerrudin: 5 Cara Riset Winning Product Agar Omset Meroket

4. Hindari Pertanyaan Subjektif

Customer Insight
Sumber: Unsplash

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kamu bisa melakukan interview untuk mencari tahu apa yang konsumen inginkan. Di sisi lain, kamu juga perlu menghindari cara yang tidak menyenangkan dalam mencari informasi tersebut. 

Jangan memaksakan pertanyaan kepada konsumen dalam mencari informasi dan feedback dari konsumen. Karena terkadang konsumen tidak terlalu ingin atau segan ditanya-tanya atau diwawancarai. Maka dari itu, kita sebagai pelaku usaha perlu menghargai keinginan konsumen dan tidak memaksa mereka untuk mengikuti survei. Hindari menanyakan hal-hal yang tidak objektif agar feedback yang didapatkan akurat. Pastikan pula setiap pertanyaan yang kamu ajukan bersifat netral atau tidak memicu bias serta mendorong jawaban tertentu dari konsumen. 

Dan yang paling penting, jangan memanipulasi hasil jawaban! Alih-alih ingin data terlihat bagus, kamu justru merubah atau mengganti jawaban dari konsumen yang menurutmu kurang sesuai. Tindakan tersebut jelas salah karena akan merusak seberapa reliable data yang diperoleh.

Baca Juga: Trustjak: Perkuat Product Branding Agar Jadi Bestie Konsumen

Image 1
Sumber: Dok. Ninja Xpress

Teman Ninja, itulah ulasan mengenai customer insight dan bagaimana cara melakukannya. Informasi yang kamu dapatkan dari customer insight dapat menjadi acuan untuk mengembangkan bisnis jauh lebih baik lagi. Salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan kepuasan konsumen adalah dengan mengirimkan barang kepada konsumen secara tepat waktu.

Ninja Xpress hadir dengan kayanan Ninja Sameday untuk membantumu mengirimkan barang kepada semua pelanggan dengan tepat waktu. Jadi, tidak ada lagi istilah paket telat datang! Pelajari info selengkapnya melalui tautan berikut ini!

Featured image by Tbel Abuseridze from Unsplash