5 Hal Wajib Banget Kamu Tahu Sebelum Punya Bisnis Online Sendiri

Ninja Van

5 Hal Wajib Banget Kamu Tahu Sebelum Punya Bisnis Online Sendiri

Pertumbuhan E-commerce Indonesia mencapai angka 78% loh di tahun 2020, artinya banyak pemain baru di bidang bisnis online. Kamu juga mau mulai bisnis online mu sendiri? Pastikan udah baca 5 hal ini ya!

Hai Teman Ninja!

Bisnis di zaman digitalisasi rasanya udah gak asing lagi nih. Hmm, kok bisa sih?  

Bisa dong… Berkat perkembangan digital, bisnis online jadi makin menjual dari hari ke hari. Gak percaya? Menurut Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary,  Indonesia ada di peringkat pertama di dunia untuk pertumbuhan bisnis E-commerce yang mencapai angka 78% pada tahun 2020.   

Alasannya gak lain dan gak bukan adalah karena pangsa pasar yang besar, modal yang relatif kecil, kemudahan akses informasi dan keuntungan yang besar.

Tapi kamu harus ingat juga, di mana ada bisnis yang laris manis, di situ pula ada persaingan yang ketat abis. Karena semakin banyak masyarakat yang sadar tentang keuntungan dan kemudahan bisnis online, jadilah semakin banyak orang yang berbondong-bondong terjun ke bisnis ini dan siap bersaing ketat.

“Yah, apa mending gak usah aja yah cobain bisnis online? Abis persaingannya udah di luar nalar. “

Eits. enak aja. Jangan nyerah dulu dong! Buktinya para pemilik bisnis online ini bisa sukses dengan bisnisnya. Padahal latar belakang mereka gak paham bisnis loh, apalagi bisa mendadak kelimpahan modal. Nah, dari sini kamu bisa ambil hal apa aja sih, yang mereka punya buat bikin bisnis online laris maksimal. Kalo kamu penasaran, Mimin dan tim udah rangkumin semuanya spesial buat Teman Ninja tercinta!

Ternyata, Sabar Adalah Kuncinya!

Kadang hal yang kita inginkan gak selalu bisa langsung terwujud, termasuk juga dalam bisnis. Walaupun udah pakai seluruh hati, tenaga dan doa, tapi hasilnya mana? Rasanya udah pengen nyerah aja. 

Coba kita cek gimana perjuangan Achmad Zaky bisa jadi salah satu raja E-commerce tanah air. Bener aja, CEO Bukalapak.com ini memulai usahanya dari nol.  Berawal dari usaha mie ayam saat kuliah dengan modal yang diperoleh dari hasil menang lomba, ternyata belum bisa membuat karir Zaky di dunia bisnis berjalan mulus karena usahanya tersebut harus berakhir di tengah jalan. 

Kesabaran Zaky kembali diuji ketika merintis Bukalapak.com, Zaky mencoba memberanikan diri menawarkan teman-teman kampusnya agar mau berinvestasi, tapi gak ada yang mau jadi investornya. Tanpa menyerah, Ia terus berusaha mencari investor kesana kemari. Sampai akhirnya kesabaran Zaky menuai hasil, Ia mendapat tawaran investasi dari salah satu E-commerce Jepang yang membangkitan nama Bukalapak.com sampai bisa punya penghasilan senilai 13 triliun Rupiah. WOW!

Dari Zaky kita bisa belajar, jangan pernah menyepelekan sabar. Walaupun gampang disebut, tapi ternyata sulit untuk dilakukan. Karena di dunia ini gak ada yang instan. Bahkan bikin mie instan aja butuh proses dan usaha. Apalagi buat bisnis? Jadi, kalau kamu gagal hari ini bukan berarti kamu bakal gagal seterusnya. Semua orang akan memetik hasil sabarnya masing-masing di waktu yang tepat. Jangan patah semangat!

Persiapkan Diri Untuk Gagal

Source: Unsplash

Buat Teman Ninja yang masih asing sama nama Rico Huang, yuk kita lebih kenal beliau dan kisahnya lebih dalam. Rico adalah pimpinan PT. Alona Indonesia Raya dengan berbagai lini bisnis seperti di antaranya adalah dropshipaja.com, pasukanalona.com, dan laperma.co.id. 

Saat masih SMA, Rico dan keluarga pernah mengalami musibah kebakaran rumah. Seluruh isi rumah dan harta keluarganya hangus terbakar. Karena tidak ingin menyusahkan, Rico mulai mencari uang dengan berjualan kecil-kecilan di sekolah. Ia pernah berjualan nasi uduk, tapi gagal karena pihak sekolah melarang adanya kegiatan jual-beli di area sekolah. Gagal dengan bisnis nasi uduknya, Ia kemudian mencoba berjualan kaos dengan modal minim, yang akhirnya pun bangkrut menyusul usaha nasi uduknya. Anti sama kata nyerah, Rico nekat bisnis kuliner dengan berjualan Mie ayam. Sayangnya, karena minim ilmu bisnis Rico mengalami kerugian hingga 15 juta dalam waktu 4 hari dan akhirnya tutup juga.

Ia pun beralih bisnis dengan membuka online shop. Mulanya, ia berjualan segala aksesoris handphone dan memasarkannya melalui berbagai media sosial, seperti Kaskus, Facebook, hingga Instagram. Strategi pemasarannya ini berhasil mendapatkan respon positif dari pasar. Bisnisnya pun semakin besar dan berkembang. 

Jadi, jangan sampai deh rasa takut gagal jadi nahan kamu buat memulai bisnis sendiri. Karena semakin kamu takut, semakin sulit bisnis kamu bisa terwujud. Ibarat dua sisi koin, setiap hal yang akan kita coba ujung-ujungnya ada di antara dua hasil, yaitu antara gagal atau berhasil. Kalau berhasil jangan sampai lupa diri dan merasa hebat, kalau gagal tandanya kita juga berhasil tapi masih butuh waktu dan harus perbaiki kesalahan dulu. 

Paham Apa Yang Dibutuhkan Pelanggan

Tau dan paham tentang apa yang dibutuhkan oleh calon pelanggan adalah senjata dari semua bisnis yang sukses. Terus, apa dong yang harus dilakukan dari awal? Jawabannya satu, yang perlu Teman Ninja lakukan adalah melakukan riset pasar. 

Riset pasar bukan cuma sekedar turun ke lapangan sambil lihat-lihat aja. Di sini, kita harus cermat dan teliti. Contoh, kita lihat sepatu Brodo. Bisnis UKM yang mengutamakan kualitas brand lokal ini, bisa sukses karena fokus dengan kebutuhan pelanggan. Awalnya, sang owner Yukka Harlanda menemukan masalah yang banyak orang-orang pemilik ukuran kaki besar keluhkan. Yaitu, susah dapetin ukuran sepatu yang pas dan nyaman di kaki. Walaupun ketemu, harganya cukup mahal.  Ssst… Hal ini juga ternyata jadi masalah pribadi buat Yukka.

Pemasaran online pun rajin Yukka lakukan lewat media sosial. Nggak cuma itu, Ia juga memasarkan produk secara offline dengan membawa Brodo ke ajang pameran, dititipkan ke distro, department store dan masih banyak lagi.

Namun, karena Brodo lebih diminati secara online, maka saat ini Yukka lebih fokus mengembangkan bisnisnya lewat digital marketing

Berpikir Out Of The Box

Pernah cobain “keripik setan” hitz yang jadi primadona dan melegenda? Yup, bener banget Maicih. Ternyata di balik suksesnya keripik Maicih, ada sosok bernama Reza Nurhilman. Awalnya,  Reza berjuang sendirian memulai bisnis keripik singkongnya pada pertengahan 2010 saat berusia 23 tahun dengan modal awal 15 juta Rupiah. Nggak bisa olah keripik singkong sendiri bukan jadi halangan buat Reza. Gak pakai kata kehabisan ide, Ia menggandeng salah satu produsen keripik lokal di Bandung.

Reza mengawali bisnisnya ini dengan melakukan pemasaran sederhana melalui Twitter, sebelum mengembangkan sayap dengan menerapkan sistem keagenan yang menggunakan istilah Jenderal agar produknya bisa dikenal oleh produsen yang lebih luas. Para Jenderal ini memasarkan produknya dengan cara berkeliling.

Reza mengaku kunci suksesnya ini ada karena cara berpikirnya yang out of the box, yaitu dengan tidak membuka toko seperti kebanyakan penjual supaya produknya terkesan eksklusif.  Lewat Twitter, para jenderal memberitahu informasi lokasi penjualan setiap harinya. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti berhasil mengangkat nama Maicih di dunia maya. Baru setengah tahun saja, pada saat itu omzet Maicih bisa mencapai Rp7 miliar per bulan. Yaampun kapan yah bisa lihat uang segitu banyak :”)

Harus Punya Identitas Diri Bukan Cuma “Terinspirasi”

Saat memulai bisnis kosmetik & skincare Somethinc, Irene Ursula ingin merubah pola pikir masyarakat Indonesia yang masih banyak menganggap produk lokal nggak bisa setara dengan produk kecantikan luar negeri. Bahkan kalau bisa, produk-produknya bisa dijual di luar negeri agar mendatangkan devisa bagi negara.

Supaya bisa membangun brand yang kuat, Irene terus memfokuskan produknya pada konsep, kemasan, riset, bahan baku dan formulasi yang detail.

Nggak mau produknya setengah-setengah, Irene menggunakan bahan baku berkualitas dari lokal dan impor dari beberapa negara, seperti Korea Selatan dan Jerman. Somethinc juga memanfaatkan teknologi Enkapsulasi Gentinol-200 terdepan dari Negeri Ginseng tersebut.

Menurut Irene, kunci keberhasilan dari bisnisnya adalah karena punya identitas diri dan bukan cuma sekedar terinspirasi dari produk lain apalagi cuma ikut-ikutan. Kalau produk yang kita jual ingin terus dikenal dan tidak ingin ditinggal oleh pembeli, harus bisa memiliki tren sendiri. Karena jika sudah punya tren sendiri, gak peduli zaman mau berubah produk kita akan terus dicari dan dianggap wah karena pembeli kita merasa bagian dari tren dan produk yang kita jual.

Featured image by Scott Graham from Unsplash

Daftar isi

    Videos

    Shares