8 Tips Memaksimalkan Sosial Media untuk Bisnis Kamu!

Ninja Van

8 Tips Memaksimalkan Sosial Media untuk Bisnis Kamu!

Rata-rata pengguna internet di Indonesia menghabiskan waktu sekitar 3 jam 14 menit di media sosial setiap hari. Gunakan peluang ini untuk menonjolkan produkmu dengan memaksimalkan media sosial kamu!

Tahukah para Teman Ninja bahwa saat ini jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 202 juta. Bahkan pada Januari 2021, rata rata pengguna Internet di Indonesia menghabiskan waktu sekitar 3 jam 14 menit di sosial media, secara tidak langsung, aktivitas masyarakat saat ini dapat dikatakan berpindah ke sosial media. Yang berarti, ada lebih banyak kesempatan untuk kamu mendapatkan pembeli baru dan meningkatkan penjualan mu.

Jadi, buat kamu yang belum atau sedang ingin memulai aktif di sosial media, sekarang nih waktunya untuk memaksimalkan kekuatan sosial media! Berikut kami rangkum 8 tips yang bisa kamu gunakan dalam mengelola sosial media untuk bisnismu, dan pastinya gratis loh!

1. Pilih Media Sosial Yang Tepat

Source: Unspalsh

Saat ini ada banyak media sosial yang populer di Indonesia Instagram, Twitter, Tiktok, Facebook. Pastikan kamu aktif di platform yang digunakan oleh audience kamu agar tidak kehilangan kesempatan untuk menjangkau audience yang tepat. 

Setiap media sosial mempunyai keunggulan tersendiri serta jenis audiens yang berbeda juga. Saat ini, Instagram lebih digemari oleh generasi muda, sedangkan Facebook lebih dominan digunakan oleh generasi yang lebih tua. Hal ini tidak lepas dari karakter kedua platform ini. 

Media sosial lain, seperti Twitter dimanfaatkan oleh banyak brand untuk berinteraksi langsung dengan audience mereka, bahkan banyak juga brand yang menjadikan Twitter sebagai platform untuk layanan customer support. Tiktok sebagai pendatang baru juga menarik perhatian melalui konten video singkat yang menarik. Beberapa brand e-commerce dan UMKM cukup banyak yang mulai aktif di Tiktok, terutama untuk menjangkau audience muda. Jadi kamu bagaimana? Ingin menggunakan sosial media yang mana? Kamu bisa juga menggunakan beberapa sosial media loh! Pastikan siapa target customer mu sebelum menentukan platform mana yang mau dipilih yaa 🙂

2. Tentukan Brand Identity di Media Sosial

Source: Unsplash

Pendiri Amazon, Jeff Bezos mengatakan bahwa Brand Identity adalah opini yang dikatakan orang lain ketika kita keluar dari ruangan. Jadi, sebagai pebisnis kamu harus benar-benar jeli dalam membangun brand identity serta persepsi agar sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Brand Identity seringkali dilupakan padahal penting untuk mengatur bagaimana brand mu akan diingat di sosial media. Brand identity merupakan elemen kasat mata sebuah perusahaan untuk menyampaikan pesan, visi-misi, serta nilai-nilai perusahaan kepada audience. Brand identity biasa erat kaitannya dengan logo, warna, cara berkomunikasi. Di lain sisi brand identity juga berkaitan dengan karakter perusahaan ingin digambarkan kepada audience, apakah terkesan sebagai perusahaan untuk anak muda, perusahaan santai, disiplin, dan masih banyak lagi. 

Salah satu contohnya adalah Ninja Xpress, dengan ciri khas karakter Ninja yang lucu. Setiap elemen dari karakter ini menggambarkan brand serta visi dan misi yaitu untuk menghubungkan Asia Tenggara ke dunia dengan cara yang menyenangkan. Warna merah juga menggambarkan energik dan pesona muda. Selain itu elemen ini juga di tampilan dari konten sosial media @ninjaxpressid yang fun dan atraktif. 

3. Gunakan Kalender Konten

Source: Unsplash

Bingung mengelola konten? Apalagi jika kamu aktif di beberapa platform. Saat ini  sudah banyak tools yang bisa kamu gunakan untuk mengatur kontenmu. Bahkan Facebook juga menyediakan Facebook Creator Studio yang akan membantu kamu mengelola konten di Facebook dan Instagram.

Selain itu kamu juga bisa menggunakan aplikasi yang sudah terpercaya seperti Hootsuite, Buffer dan MavSocial untuk mengelola konten di berbagai platform sosial media hanya dari satu tempat. Praktis banget dong! 

4. Berinteraksi Dengan Audiens

Source: Pexels

Dengan adanya sosial media, kamu dimudahkan untuk berinteraksi langsung dengan audience. Interaksi memanfaatkan komunikasi dua arah antara brand dan audience sangat mungkin dilakukan di sosial media. Kamu bisa menggunakan konten Trivia yang mengajak audience untuk menjawab pertanyaan, fitur question di Instagram story, atau bahkan merespon testimoni followersmu di twitter. 

Interaksi di sosial media ini dapat bersifat reaktif (kepada audience yang sudah menjadi followersmu) dan proaktif (untuk menjangkau audience diluar followersmu), kamu bisa menentukan jenis interaksi sesuai dengan jenis konten, serta kamu juga dapat mengkolaborasikan kedua jenis interaksi ini. Beberapa brand juga menjadikan sosial media sebagai layanan customer service karena dinilai lebih mudah dijangkau oleh pelanggan dengan gratis.

5. Coba Menghibur Followers

Source: Pexels

Pernah mendengar istilah Who controls the memes, controls the Universe?” Tidak hanya dengan meme, kamu bisa menyajikan konten yang membuat followersmu merasa nyaman dan terhibur. Ada banyak cara untuk menghibur audience, dikutip dari MarketingCraft, ada 4 jenis konten yang bisa kamu gunakan untuk menghibur audience yaitu  menghibur, menginspirasi, edukatif serta meyakinkan.

Saat ini 49% pengguna sosial media membagikan konten di sosial media karena beranggapan konten tersebut bernilai, mencerahkan, dan menghibur. Mereka ingin berbagi informasi kepada audiens lain tentang produk yang mereka sukai dan dukung, pendapatnya akan suatu hal, atau memotivasi orang lain untuk ikut melakukan sesuatu. Wah, bisa jadi promosi gratis tentunya buat brandmu! 

6. Hindari Hard Selling

Source: Unsplash

Jika kamu ingin menghasilkan sales secara instan dan cepat di sosial media, sebaiknya kamu berpikir ulang karena ternyata seringkali justru tidak efektif dan membuat followersmu bosan. Sebaiknya dikombinasikan kontenmu dengan rumus 80:20, yaitu 80 konten regular non promosi atau soft selling lalu 20% konten yang bersifat hard selling. Namun kamu dapat menyesuaikan hal ini sesuai dengan kebutuhanmu. 

Alih alih menggunakan konten hard selling, sebaiknya kamu berfokus untuk membangun “friendship” dengan followersmu sehingga dalam jangka panjang akan. Customer sekarang lebih condong ke brand yang mereka percaya, yang sadar lingkungan, yang membangun kepercayaan. Hal ini juga yang mendasari kesuksesan perusahaan perusahaan seperti Apple.

7. Manfaatkan Konten Yang Sedang Viral

Source: Pexels

Viral marketing ini merupakan strategi yang sebenarnya sudah lama ada. Namun, semakin gencar dengan hadirnya sosial media yang kerap dijadikan perantara utama dalam memviralkan sebuah konten. Keuntungannya pun bermacam-macam, dari meningkatkan brand awareness hingga sales. Bahkan, strategi ini kadang lebih efektif untuk mensukseskan promosi dibanding strategi lainnya.

Jika kamu mengamati sosial media, ada banyak jenis konten yang viral di sosial media. Mulai dari hal positif hingga negatif, kamu juga harus selalu up-to date dengan apa yang sedang viral dan sekali-kali ikut membahas hal yang viral terutama jika hal itu sesuai dengan bisnismu. 

8. Berkolaborasi Dengan Brand Lain

Source: Unsplash

Kerjasama dan kolaborasi pada dasarnya seperti menggabungkan dua jenis audience dari masing-masing brand, jika kamu ingin bekerjasama perhatikan apakah karakter audience cocok dan sesuai. Sebagai contoh, Ninja Xpress dan Grab Express yang mengadakan promo 17 ribu ongkos kirim dari Jabodetabek ke Surabaya. Hal ini tentu menguntungkan kedua pihak karena berkolaborasi dalam membagikan informasi promo yang dibutuhkan oleh masing-masing followersnya. 

Wah ternyata ada banyak tips dan strategi yang bisa kamu lakukan untuk memaksimalkan sosial media bisnismu. Kamu bisa mempraktekan tips yang sudah kami sampaikan diatas. Dan yang paling penting, tentu saja kamu perlu melakukan evaluasi secara berkala. Selamat mencoba, Teman Ninja!

Featured image by Tracy Le Blanc from Pexels

Daftar isi

    Videos

    Shares