Ini Dia 5 Cara Eksis Jualan di Facebook Tanpa Keluar Biaya

Ninja Van

Ini Dia 5 Cara Eksis Jualan di Facebook Tanpa Keluar Biaya

140 juta orang menggunakan Facebook di Indonesia, kamu punya peluang besar untuk dapatkan target audiens yang diinginkan di Facebook. Cek tips berikut!

Teman Ninja, ingin produk UMKM-mu lebih terdepan dari para pesaing di Facebook, tapi nggak ada budget untuk pasang Facebook ads?

Hampir semua orang ada di Facebook – percaya nggak? Ya, walau banyak media sosial bermunculan, Facebook masih bisa diandalkan untuk berjualan. Data membuktikan, lebih dari 140 juta orang menggunakan Facebook di Indonesia. Artinya, dari 2 orang yang Teman Ninja lihat saat ini, bisa dijamin minimal salah satunya pemakai Facebook. Itu berarti, kita punya kesempatan 50% lebih besar untuk mendapatkan target audiens yang diinginkan di Facebook. 

Nggak cuma kamu, para pesaing usahamu juga tentu ada di Facebook, bahkan mungkin sudah eksis duluan. Terus, kalau nggak ada budget melimpah-ruah buat pasang Facebook ads, bagaimana caranya agar bisa tampil menonjol dan menarik lebih banyak pelanggan?  

1. Mata-matain Pesaing Kamu

Source: Unsplash

“Kijang satu, ganti.” Hehe, jadi intel yuk? Percaya-harus percaya, ada orang-orang yang bisnisnya sama dengan Teman Ninja – mereka inilah kompetitormu. Kompetitor janganlah dimusuhi, melainkan diamati; dan ada beberapa alat dapat yang dapat membantu Teman Ninja untuk melirik kompetitormu di media sosial, yaitu Buzzsumo untuk menemukan konten yang paling banyak dibagikan tentang topik tertentu; atau SEMrush dapat memberitahukan konten apa yang memiliki peringkat tertinggi di mesin pencari. Setidaknya dengan kedua perangkat riset tersebut, Teman Ninja dapat mengidentifikasi topik-topik yang potensial untuk diangkat, cara kompetitor menciptakan peluang dalam penjualan dan beragam info lainnya.

2. Harus Kenal Siapa Customer Kamu

Source: Unsplash

Teman Ninja dapat menggunakan beberapa tools gratis yang ada di Facebook untuk melakukan riset pasar, misalnya Audience Insights yang memungkinkan kitaa menggali lebih jauh soal info demografi customer kita, dari usia, gaya hidup, status, jenis kelamin, apa yang mereka sukai, dll. Hal lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan ‘menguping’ percakapan yang ada di dalam Grup Facebook, untuk mengetahui opini jujur atau aspirasi mereka di sana. Setelah Teman Ninja melakukan pengamatan dan memahami gaya hidup dan cara berbahasa audiens, kita dapat mulai ikut dalam percakapan dan diskusi melalui akun brandmu.

3. Konsisten Dalam Bertutur

Source: Unsplash

Teman Ninja pernah melihat iklan di televisi yang diulang berkali-kali secara langsung, hingga akhirnya sebagai penonton kita menjadi ingat dengan hal penting dari produk yang diiklankan? Metode marketing klasik dengan menyampaikan “narasi tunggal” secara repetitif ini masih berlaku hingga saat ini, termasuk saat Teman Ninja melakukan penjualan di Facebook maupun sosial media lainnya. Misalnya, ketika kita dengar jargon #MulaiAjaDulu kita pasti langsung ingat salah satu brand marketplace online di Indonesia. Kita dapat menyampaikan beragam bentuk iklan kreatif dengan model atau desain yang bervariatif, namun akan menjadi sangat efektif apabila Teman Ninja menuturkan SATU pesan yang konsisten.

4. Ngobrol sama follower dengan bahasa yang ‘mereka banget’

Source: Unsplash

Pingin berjualan tetapi gak harus semua konten isinya jualan aja dong. Teman Ninja perlu memahami bahwa algoritma Facebook dan sosial media lainnya, relatif berubah dengan cepat. Apabila kita terkesan menggunakan gaya bahasa yang sama terus-menerus, bahkan hanya “hard selling” saja, konten Temen Ninja berpeluang untuk diabaikan oleh audiens.

Maka diversifikasi konten dengan style bahasa yang mengikuti trending topic, merupakan bukti kita memahami follower dan follower akan memiliki awareness yang sama dalam konten yang dibuat. Teman Ninja pun akan dipahami sebagai produk atau jasa yang mengikuti perkembangan zaman.

5. Gaskan Review Positif dari Customer yang Puas

Source: Pexels

Jika sudah memiliki customer dan mereka memberikan review positif, gunakan sebagai senjata dalam penjualan berikutnya. Survei tahun 2019 dari American Association of Advertising Agencies menunjukkan hanya 4% orang yang memercayai iklan dan 78% lebih banyak orang mempercayai ulasan daripada iklan.

Dengan mengedepankan review, secara tidak langsung Teman Ninja menciptakan ruang bagi konsumen untuk terhubung satu sama lain. Hal yang dilampirkan pun adalah nyata, dan bahkan disertai aspek emosional, rasa suka atau kecewa – dan tentunya, alangkah baiknya jika disertaai dengan respons yang positif dari admin akun Facebook bisnismu. Jangan lupa untuk mengatur dan memoderasi review-review yang masuk dengan baik! 

Meningkatkan eksistensi di Facebook secara organik memang harus sabar dan konsisten, tapi walau nggak instan pasti usahanya nggak akan sia-sia. Semangat, #PejuangUMKM!

Featured image by Alexander Shatov from Unsplash

Daftar isi

    Videos

    Shares