Amanda Shepherd Jvshdb5p4ge Unsplash

7 Cara Membuat Produk Kamu Diburu Pembeli

Suka bingung gimana caranya produk bisa laku? Cek 7 cara ini yang bisa kamu terapkan di bisnismu.

Persaingan industri yang semakin ketat dari ke hari jadi tantangan besar bagi para pemilik UKM di Indonesia. Mau gak mau, sebagai pemilik usaha harus memikirkan cara agar produk terlihat lebih menarik dan berbeda daripada produk-produk sejenis.

Contohnya sering kita temukan penjual keripik pisang. Yang menjual keripik pisang tentu sangat banyak. Bagaimana caranya bisa dilirik? Dimulai dengan adanya nama brand, kemudian penggunaan bahan baku yang beda misal menggunakan pisang kepok, varian rasa yang ditawarkan, higienis, sampai harga yang terjangkau. 

Di dalam sebuah usaha, yang paling kita pikirkan adalah kebutuhan customer kita. Lantas, apakah usaha saya hari ini sudah memenuhi kebutuhan pasar saya? Apakah ada perbedaan dengan kompetitor?

Satria Haris

Hal ini menjadi penting bagi setiap pelaku usaha, menurut Satria Haris (Brand Activator, Deputy of Business Development @iccia dan Director @shjdcreative) banyak cara yang bisa dilalukan untuk memastikan produk kita akan dicari calon pembeli. Beliau juga berkesempatan membagikan 5 cara lainnya pada acara yang diselenggarakan Ninja Xpress, KURASI (Kumpul Bareng Komunitas Aksilerasi) bersama seller-seller di Jakarta Pusat. Tenang, berikut sudah kami rangkum materi yang disampaikan oleh Pak Haris agar bisa diterapkan di bisnismu juga.

1. Pahami Kebutuhan Pasar

Kvalifik 5q07ss54d0q Unsplash 1
Sumber: Unsplash

Memahami kebutuhan pasar adalah salah satu modal penting dalam usaha. Dengan fokus pada kebutuhan pasar, pasti sebagai pelaku usaha kita akan fokus mencari tau apa yang benar-benar sedang dicari oleh pelanggan kita. Kita bisa mulai dengan pertanyaan dasar “apa yang diinginkan customer kita dan apa yang dibutuhkan oleh mereka?”

Berawal dari pertanyaan tersebut, kita akan lanjut dengan mencari produk apa, bagaimana kualitas yang diharapkan, range harga yang sanggup pelanggan kita bayarkan sampai pelayanan apa dari kita yang mereka inginkan. Hasilnya? Produk kita jadi bisa sesuai dengan minat mereka. Nggak perlu jauh-jauh deh, Pak Haris kasih contoh yang deket banget sama kita. 

Contohnya virus Covid-19 yang menyerang daya tahan tubuh, membuat orang jadi lebih fokus memperhatikan kesehatan dan suka mengkonsumsi vitamin sampai jamu. Nah, karena melihat adanya kebutuhan masyarakat terhadap produk kesehatan, produk-produk tersebut bisa jadi pilihan untuk kamu jual. Jangan lupa, rajin kepoin sistem manajemen dan sistem pemasaran dari berbagai sumber termasuk juga kompetitor supaya produkmu nggak kalah laris di pasaran.

2. Berbeda dari Kompetitor

Eric Prouzet Td49mqo7sje Unsplash
Sumber: Unsplash

Produk itu harus jadi pembeda!” 

Adalah salah satu hal yang diingatkan Pak Haris kepada para pelaku UKM Jakarta Pusat. Menurut beliau, walaupun produk yang kita jual banyak juga kompetitor sejenis, tapi pasti ada hal yang membedakan antara produk kita dengan milik orang lain. 

Berbeda yang dimaksud Pak Haris adalah berbeda secara kategori, harga, variasi atau sesimpel nama brand, yang dilandasi dengan karakter dan kebutuhan pelanggan. Penting nggak sih? Tentu, dong! Dengan punya hal-hal pembeda bisa bikin produk kita jadi yang paling dicari oleh pembeli.

Contoh produk Bakso Aci Jadian. Kenapa bisa diburu pembeli? Dimulai dengan pemberian nama yang unik, karena berjualan di daerah kampus, target pembelinya adalah mahasiswa dan anak sekolah, sehingga harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Berkat penerapan hal-hal tersebut, Bakso Aci Jadian bisa punya 5 cabang dan semuanya sukses.

Pak Haris juga menjelaskan, adanya konsep “Positioning” yaitu menciptakan suatu produk agar selalu diingat. Dimulai dengan memilih nama brand yang menggambarkan identitas produkmu. 

Mengapa demikian? Karena produk-produk tersebut diawali dengan pemberian nama brand yang tidak sembarangan, unik, punya cerita dan makna. Kemudian konsep Positioning juga tidak melupakan siapa target audiens/pembeli agar produk kita sesuai sasaran.

3. Saatnya Bikin Online Store-mu Sendiri

Campaign Creators Ogowdvlbmsc Unsplash 1
Sumber: Unsplash

Pengen produk kita lebih dikenal banyak orang dan punya jangkauan pembeli yang lebih luas? Nah, udah saatnya nih kita beralih bikin online store sendiri. Nggak usah susah apalagi mahal kok, kita bisa berjualan di berbagai marketplace yang banyak digunakan masyarakat. 

Tapi, lagi-lagi Pak Haris nggak bosen ngingetin kita nih buat peka. Iya peka, peka kalau di tiap marketplace punya karakteristik yang berbeda. Otomatis calon pembeli kita di masing-masing marketplace juga punya kebiasaan yang berbeda-beda pula. Tinggal kita sesuaikan aja nih, tujuannya supaya produk kita jadi lebih tepat sasaran, ujung-ujungnya bakal banyak orderan.

4. Penting Untuk Menulis Deskripsi Produk

Udah tau kebutuhan pasar, punya nama brand yang oke dan punya online store di berbagai marketplace. Eh, kok pas liat tokonya di marketplace, sama sekali nggak ada deskripsi produk di tiap postingan? Padahal, menurut Pak Haris deskripsi produk juga jadi aspek penting yang bikin produkmu jadi incaran pembeli. Dengan menambahkan deskripsi produk, selain jadi bahan informasi untuk pembeli juga bisa meningkatkan kepercayaan pembeli kepada kondisi produk yang kita jual.

5. Aktif Di Media Sosial

Jakob Owens Wumb Ebrpjs Unsplash 1
Sumber: Unsplash

Ssst… Media sosial bisa bantu meningkatkan transaksi loh! Makanya, aktif di medsos juga termasuk poin penting. Tapi tetep perhatikan nih, medsos apa yang kamu pilih? Karena balik lagi, tiap medsos pasti punya karakteristik masing-masing. Salah satu aktivitas yang bisa mendatangkan transaksi adalah sistem endorsement. Pak Haris menjelaskan, kalau sistem endorsement ini gak selalu harus bayar. Kamu bisa bikin kesepakatan bersama si influencer. 

Ternyata, influencer dengan pengikut jutaan nggak selalu bisa mendatangkan engagement yang bagus. Bahkan, nggak jarang loh influencer dengan followers yang jauh lebih sedikit yang mendatangkan pembeli. Intinya sih kita harus pintar memilih siapa yang mau kita minta tolong untuk endorse, pilih mereka yang punya followers setia, image yang mereka punya sesuai dengan produk kita dan harus komunikatif. 

Jangan lupa bikin konten yang bisa membangun interaksi manis bersama pelanggan, contoh: Selalu aktif nanya kabar di Instastory, bikin tebak-tebakan kecil yang jawabannya mengarah ke promo produkmu, dan lainnya.

6. Promo Berkelanjutan

Erik Mclean Z41 Iz6ctis Unsplash 1
Sumber: Unsplash

Nggak asing deh, salah satu alasan produk sering diburu masyarakat adalah karena mereka selalu ditawari dengan promo besar dan terus-menerus. Nah salah satu promo yang bisa kita berikan adalah Free ongkir. Eits, nggak usah panik bakal habis modal karena kasih promo free ongkir. Kalo kamu udah punya toko online di marketplace, kamu bisa daftar program Free ongkir dan manfaatkan program tersebut untuk gaet lebih banyak pembeli. 

Atau kalo kamu pakai Ninja Xpress, kamu dan pelanggan nggak usah khawatir soal pengiriman. Soalnya Ninja punya banyak layanan pengiriman yang #SiapBantuSampaiTujuan dengan tarif super terjangkau. Jadi, kamu bisa memberikan promo lain ke calon pembeli kamu.

7. Antara Produk dan Data Pelanggan

Lukas Blazek Mcsdtbwxuzu Unsplash
Sumber: Unsplash

Pak Haris menekankan, kalau kita sudah punya bisnis yang berjalan lebih dari satu tahun tapi belum punya data dari pelanggan, tandanya kita belum menerapkan evaluasi yang baik terhadap bisnis kita. Nah kenapa produk dan data pelanggan penting? Menurut penjelasan beliau, dari data kita bisa membangun target yang akurat tentang berapa besar transaksi yang harus kita raih. Kemudian, kita juga bisa membangun ikatan yang erat dengan pelanggan. 

Karena dari data yang kita punya, kita jadi tahu seberapa sering pelanggan yang melakukan transaksi ulang, adanya pelanggan baru, dll. Nah, dari sini kita bisa kasih semacam rewards untuk mereka yang sering melakukan transaksi. Misalkan, dengan mengirim bingkisan dan kartu ucapan saat mereka ulang tahun atau hari-hari spesial lainnya. Hal ini terbukti ampuh untuk membangun kedekatan dengan mereka, karena pembeli juga merasa diistimewakan.


Gak nyangka ternyata cari cara biar produk diburu konsumen nggak perlu susah yah. Dari tips Pak Haris kita bisa sama-sama belajar nih Teman Ninja, ternyata asal ikutin tren, gak punya brand yang gambarin identitas produkmu, gak manfaatin marketplace dan fitur deskripsi untuk buka toko online, bisa mengurangi rasa percaya calon pembeli terhadap produk kita.

Intinya, kita gak boleh males nih Teman Ninja! Semoga tips dari Pak Haris bisa bermanfaat dan ampuh bikin produkmu laris manis yaaa.

Selamat mencoba!

Featured image by Amanda Shepherd from Unsplash