Yosef Abas Cara Cari Influencer Tiktok Yang Tepat Untuk Toko Online Kamu!

Yosef Adji Baskoro: Cara Pilih Influencer Tiktok yang Tepat Untuk Bisnismu

Mau coba promosi dengan sistem endorsement? Jangan sampai salah pilih influencernya, cek tips berikut untuk tau apa aja hal yang perlu diperhatikan.

Menggunakan jasa influencer kini menjadi salah satu cara promosi yang mulai dilirik banyak pemilik usaha. Banyak produk yang awalnya belum begitu terkenal mulai dikenal banyak orang melalui postingan para influencer yang mendadak viral melalui video TikTok. Kamu pun sebagai business owner mulai tergoda untuk menggunakan jasa influencer, bukan? 

Walau ada banyak influencer di luar sana, kamu tidak bisa memilih sembarangan influencer tanpa pertimbangan yang tepat. Kamu wajib memperhatikan berbagai aspek supaya kerjasama yang kamu lakukan bersama influencer membawa hasil yang baik terhadap produk.

Apa yang bisa dilakukan sebelum memutuskan menggunakan jasa influencer TikTok? Yosef Abas, seorang ahli digital marketing akan membantumu menentukan influencer TikTok yang tepat melalui ulasan di bawah ini! 

Kenali Beberapa Istilah Ini Dulu

Pexels Michael Burrows 7129050
Sumber: Pexel

Ada banyak istilah dalam digital ads, khususnya mengenai orang yang akan mempromosikan bisnismu. Untuk menentukan influencer TikTok yang akan kamu pilih, kamu harus paham juga arti dari setiap istilah yang ada. Berikut beberapa istilah yang cukup populer: 

  1. Content Creator
    Seseorang yang rajin mengunggah konten di media sosial dapat disebut content creator. Namun, bukan berarti seorang content creator dapat mempengaruhi orang lain melalui konten yang mereka buat. 
  2. Influencer
    Influencer adalah seseorang yang mampu memberikan “influence” atau pengaruh. Mereka adalah pembuat konten yang mempunyai branding yang kuat di social media.  Efeknya orang akan mengikuti opini dan arahan mereka melalui postingan. 
  3. Key Opinion Leader (KOL)
    Banyak orang yang sulit membedakan antara influencer dan KOL. Padahal, perbedaanya cukup terlihat dari latar belakang orang tersebut. Seorang KOL adalah orang yang terbukti mempunyai keahlian khusus. Berbeda dengan influencer yang sering berinteraksi dengan audiens untuk membangun self branding, biasanya KOL tidak berinteraksi secara intens dengan audiens. 
  4. Brand Advocate
    Orang yang menjadi brand advocate awalnya adalah konsumen yang merasa puas dengan produk yang kamu jual dan akhirnya memutuskan untuk memberikan testimoni mereka. 
  5. Brand ambassador
    Sosok brand ambassador secara eksklusif hanya mempromosikan produk baik di media online maupun secara offline serta menjadi representasi dari brand yang ingin kamu tunjukkan ke masyarakat. 

Pahami Siapa Audiensmu

Girls 6374369 960 720
Sumber: Pixabay

Setelah kamu mengetahui dan mempelajari istilah-istilah terkait siapa yang akan mempromosikan produkmu, selanjutnya kamu perlu tahu siapa audiens yang kamu incar. Kamu bisa melihat terlebih dahulu produk atau jasa yang ingin kamu pasarkan. 

Contohnya, kamu menjual produk masker herbal untuk remaja usia 15 – 17 tahun. Tentu tidak sesuai jika kamu menggunakan jasa influencer yang target audiensnya adalah ibu rumah tangga yang sudah mempunyai anak. 

Ketika kamu sudah paham siapa audiensmu, kamu juga perlu memastikan apakah influencer yang kamu incar mempunyai target audiens yang sama dengan bisnismu. Sebab, hanya karena si influencer tersebut mempunyai umur dan gender yang sama dengan audiens, bukan berarti influencer tersebut memiliki audiens yang sama dengan bisnismu. 

Kamu dapat menelusuri lebih dalam siapa audiens seorang influencer dengan mengunjungi profil yang rajin mengomentari postingan hingga followers yang mengikuti si influencer. Dengan melakukan hal ini, kamu bisa mendapatkan gambaran jelas siapa audiens mereka

Baca Juga: Alasan Mengapa Harus Mulai Jualan di TikTok

Cari Tahu Gaya Penyajian Konten

Pexels George Milton 6953575
Sumber: Pexel

Setiap influencer mempunyai gaya yang berbeda dalam mengemas konten. Maka, kamu perlu mengulik lebih detail bagaimana konten yang disajikan oleh si influencer. Kamu bisa melihat gaya bicara, teknik pengambilan video, sampai bagaimana cara influencer berinteraksi dengan audiens. Pastikan juga gaya penyajian konten selaras dengan voice of tone dari brand-mu.

Menurut Yosef juga, seorang influencer harus mempunyai kemampuan story telling. Sebaiknya kamu memilih influencer dengan kekuatan story telling yang baik serta mampu menawarkan solution based messages. Sehingga, audiens lebih tertarik untuk mempelajari produkmu lebih lanjut dan akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian. 

Contoh dari influencer TikTok yang mampu menyajikan konten dengan cukup baik  adalah @natasha.surya. Dia adalah seorang reviewer TikTok yang dikenal dengan ulasannya seputar barang-barang home decor dan living melalui konten promosi yang menggabungkan kehidupannya sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karir yang pekerja keras. 

Cek Engagement Rate Influencer

Pexels Burst 374697
Sumber: Pexels

Tingkat engagement rate yang tinggi menunjukkan semakin sering creator berinteraksi dengan audiens. Hal ini menjadi salah satu pembangun elemen trust terhadap audiens. Itu artinya, semakin tinggi engagement rate seorang influencer, semakin terjamin pula nama merekmu akan akan meningkat. 

Tak hanya itu, produk yang diiklankan seorang influencer TikTok dengan engagement rate tinggi akan memperoleh brand awareness yang luas. Kamu bisa memanfaatkan tools gratis untuk mengecek engagement rate, salah satunya adalah Hype Auditor. Cukup masukkan username dari si influencer, maka akan terlihat berapa engagement rate yang dimiliki oleh influencer tersebut. 

Tentukan Tujuan

Pexels Andrea Piacquadio 3756682
Sumber: Pexels

Mungkin ketika kamu menggunakan jasa influencer TikTok, kamu akan berpikir bahwa video yang mereka akan masuk ke bagian For Your Page (FYP) di TikTok dan otomatis produkmu akan laris. Namun, anggapan seperti itu kurang tepat. Tidak selalu postingan dari seorang influencer akan viral begitu saja.

Kamu harus menentukan terlebih dahulu apa tujuan kamu menggunakan jasa influencer, apakah untuk menaikkan brand awareness atau meningkatkan konversi? Jika kamu ingin meningkatkan awareness, maka kamu bisa mengukurnya melalui seberapa banyak pengunjung baru yang akun atau melihat konten-konten di Instagram, TikTok, sampai pengunjung website

Sebaliknya, jika tujuanmu adalah konversi, maka kamu bisa  mengukur dari kenaikan jumlah orderan. Jadi, harap diingat bahwa tidak selalu konten yang influencer buat untuk promosi produkmu akan mendadak viral! 

Rekomendasi Influencer

Ada banyak rekomendasi influencer TikTok dengan berbagai kategori. Nah, Ninja Xpress akan memberikan sedikit informasi mengenai influencer yang sesuai untuk bisnismu. 

Jika bisnismu merupakan produk kecantikan, maka @rzfany_ dan @janes_cs dapat membantumu memasarkan brand lebih luas. Karena skincara tidak hanya khusus perempuan, ada juga influencer TikTok yang ahli membahas skincare untuk pria seperti @mrwinton dan @kupukupuberjalan

Sementara bila kamu menjual berbagai produk home living, influencer TikTok yang terkenal mampu mengemas konten video produk peralatan dan perlengkapan rumah dengan baik adalah @natasha.surya, @rumahesetik29, dan @elvieprawiro

Untuk kamu yang menjual produk fashion, pilihan influencer TikTok yang bisa kamu ajak kerja sama juga tak kalah banyak. Ada @dillaprb, @be__ce, @tyararestari, @tamaradai, @nureynia, @mmivia yang ahli mengulas produk fashion wanita. Sedangkan untuk produk fashion pria, kamu bisa mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan  @alegeor_ dan @farhanbashel

Before you go...

Was this article useful?

Nah itu dia pembahasan mengenai bagaimana memilih influencer TikTok. Jika kamu masih bingung bagaimana cara memilh influencer TikTok untuk usahamu, jangan khawatir! Ninja Xpress menyediakan program Creative Business Solutions. Dengan program ini, kamu akan dibantu untuk dihubungkan dengan influencer yang kamu mau, tentunya proses akan lebih mudah dan slot untuk tayang juga akan lebih cepat! Klik link berikut untuk info lebih lanjut, yuk! 

Featured image by Liza Summer from Pexels