6 Teknik Bikin Caption Media Sosial yang

Ninja Van

6 Teknik Bikin Caption Media Sosial yang “Menjual”

Produkmu sulit laku saat dipasarkan di media sosial? Cobalah kiat membikin caption berikut ini agar konten mengenai produkmu dapat memikat perhatian calon konsumen.

Penggunaan internet merupakan upaya yang mesti ditempuh pelaku usaha jika ingin bertahan di masa pendemi. Sebab langkah itu telah terbukti memberikan dampak positif bagi mayoritas pedagang. Berdasarkan survei yang disajikan Katadata Insight Center (KIC), sebanyak 80,6% pelaku usaha merasa terbantu dengan penggunaan internet dalam menjalankan usahanya. 

Salah satu perangkat teknologi yang paling mudah dan murah untuk keperluan usaha adalah media sosial. Selain untuk menjalin interaksi, medium digital ini juga cocok untuk mempromosikan jasa atau barang dagangan. Meski begitu, tidak semua orang mahir dalam membuat konten, terutama membuat caption yang menarik. 

Penyedia jasa pembuatan konten asal AS, BuzzSumo, menyebut, caption yang menghibur dan menginspirasi lebih banyak disukai oleh warganet. Caption yang menggugah emosi orang semacam itu juga lebih banyak dibagikan ulang oleh netizen. Jika caption itu bisa diproduksi oleh pelaku usaha, tentu hal itu dapat memikat calon konsumen sekaligus mendongkrak penjualan barang dan jasa yang dipasarkan. 

Bagaimana cara membuat caption media sosial yang “menjual” itu? Nah, berikut ini ada enam teknik membikin caption yang bisa diterapkan oleh Teman Ninja. 

1. Memanfaatkan Teknik Pantun

Source: Unsplash

Pantun merupakan bentuk puisi yang sering dijadikan bahan komedi di acara lawak atau lenong. Ia terdiri atas empat baris yang masing-masing barisnya terdiri atas 8-12 suku kata. Pantun juga mesti berima a-b-a-b. Dua baris pertama pantun adalah sampiran dan dua baris keduanya adalah isi. 

Jika Teman Ninja berencana memikat perhatian calon konsumen, coba, deh manfaatkan teknik pantun ini. Caranya, buat dulu dua baris isi yang memuat pesan yang akan disampaikan. Lalu, buat dua baris sampiran yang kira-kira bakal menarik perhatian orang. Jangan lupa, rimanya a-b-a-b dan tiap barisnya terdiri atas 8-12 suku kata. 

Sebagai contoh konkret, Teman Ninja bisa mengunjungi akun Instagram @pantungombal yang beberapa caption kreasinya bisa diadaptasi untuk unggahan konten produk. Selain menarik perhatian warganet, teknik ini juga bisa meningkatkan keterlibatan netizen.

Akun brand lokal lain yang juga menerapkan teknik ini, di antaranya @dagadudjokdja–yang pernah membuat giveaway berupa berbalas pantun–dan @penerbitbaca–yang juga relatif sering membuat takarir berteknik pantun untuk meningkatkan keterlibatan warganet. 

Berikut ini contoh caption yang bisa digunakan penjual nasi bebek untuk mempromosikan dagangannya: Makan siang sama bekakak/Pulangnya dibekel buah semangka/Masih bingung cari kuliner enak?/Coba deh makan nasi bebek Mak Ita. 

2. Memanfaatkan Teknik Punchline

Source: Unsplash

Punchline atau tohokan di sini tentu bukan berarti tusukan atau pukulan. Dalam konteks pembuatan caption, tohokan berarti kejutan di bagian akhir uraian yang bisa membuat pembacanya tergelak. Teknik ini sering digunakan oleh komika saat melucu.

Teknik ini terdiri atas tiga bagian yang berupa kalimat. Bagian pertama berisi latar belakang cerita. Bagian kedua memuat uraian sapaan. Sedangkan bagian tiga berisi kejutan. Sebagai gambaran, coba simak contoh penggunaan teknik tohokan yang diterapkan akun media sosial Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu berikut ini. 

Mungkin karena suatu hal kartu NPWP hilang, rusak, atau pengin ganti kartu baru. Tenang, #KawanPajak bisa melakukan cetak ulang kartu NPWP dengan mudah dan cepat. Ingat, ini khusus untuk kartu NPWP yang hilang, bukan rasa sayang yang hilang.

3. Memanfaatkan Teknik Rima

Source: Unsplash

Pemanfaatan rima atau pengulangan bunyi tidak harus diterapkan dalam bentuk pantun. Ia juga bisa digunakan dalam uraian caption berbentuk biasa. Teknik ini berguna agar uraian caption yang biasa saja tetap terasa estetis saat dibaca. 

Pengulangan bunyi biasanya terjadi di setiap akhir kalimat dengan pola yang bermacam-macam, seperti a-b-a-b atau a-a-a-a. Namun, pola rima itu juga bisa terjadi dalam satu atau dua kalimat, seperti pada contoh berikut ini:
Lima Alinea merupakan gerakan literasi membiasakan diri menulis resensi mini, seturut PUEBI dan KBBI. Mari berbagi ilmu lewat resensi buku! 

4. Memanfaatkan Momen atau Tren

Soruce: Unsplash

Teknik memanfaatkan momen berarti memasukkan unsur yang ada dalam kejadian atau peristiwa yang sedang tren ke dalam uraian caption. Sesuatu yang sedang tren itu bisa berupa hari penting, kejadian viral, atau hal yang sedang menjadi perhatian masyarakat dalam kurun waktu tertentu. 

Tentu Teman Ninja masih ingat dengan beredarnya tangkapan layar surat keberatan Eiger atas video reviu karya salah seorang youtuber pada awal 2021. Tidak lama setelah konten itu menjadi viral, beberapa brand produk sejenis yang merupakan kompetitor Eiger mengunggah konten surat berjudul “surat keringanan”, alih-alih “surat keberatan”. 

Konten garapan ARei, misalnya, saat itu, memperoleh hampir 100 ribu like dan mendulang hampir 12 ribu komentar. Brand lain yang bergerak pada jenis bisnis berbeda, seperti Machtwatch, juga menggunakan teknik memanfaatkan momen itu. Alhasil, unggahannya beroleh 7 ribu lebih like dan ratusan komentar.  

Jadi, jangan biarkan momen atau hal yang sedang tren itu berlalu begitu saja. Manfaatkanlah peristiwa itu dalam konten produk Teman Ninja.

5. Memanfaatkan Kata Populer

Source: Unsplash

Teknik yang satu ini hampir sama dengan memanfaatkan tren atau momen, tetapi lebih berfokus pada unsur teks ketimbang gambar. Upaya memanfaatkan kata dan ungkapan populer juga terasa lebih mudah diadaptasi dalam bentuk caption oleh Teman Ninja yang hendak memasarkan produknya di media sosial. 

Deret kata seperti “ambyar”, “bosque”, “asyiap”, “santuy”, dan “mantul” merupakan beberapa contoh kata yang bisa digunakan dalam caption. Ia juga bisa digabungkan dengan teknik pantun atau kata berima seperti contoh berikut ini: Daripada ambyar karena layar ponsel yang calar. Buruan, deh, datang ke konter kami yang tenar biar masalah cepat kelar. 

6. Memanfaatkan Ambiguitas

Source: Unsplash

Ambiguitas erat kaitannya dengan penggunaan kata dalam sebuah bahasa. Jika sebuah kata memiliki makna ganda dan menimbulkan kebingungan bagi pembaca, maka itu disebut kata yang ambigu. Nah, rupanya, teknik memanfaatkan ambiguitas ini juga bisa diterapkan dalam membuat caption unggahan produk jualan untuk menarik perhatian calon konsumen. 

Sebagaimana komika Cak Lontong yang sering memanfaatkan teknik ini, Teman Ninja juga bisa menggunakannya untuk membuat caption yang menghibur sekaligus “menjual”. Berikut ini salah satu contoh penggunaan teknik tersebut untuk keperluan penjualan jasa di bidang pendidikan: Ilmu itu bukan dituntut karena ia tidak salah. Ilmu itu dipelajari, seperti para siswa ini yang sedang belajar di bimbel Al-Falah. 

Itulah enam teknik membuat caption yang “menjual” yang dapat digunakan Teman Ninja untuk memasarkan produknya. Semoga bermanfaat, ya!

Featured image by Marvin Meyer from Unsplash

Daftar isi

    Videos

    Shares