Alexander Shatov K1xf2d7jwus Unsplash

Mau Campaign Twitter Kamu Efektif? Ikuti 5 Tips Berikut Ini

Mau campaign efektif? Coba buat 2 hashtag di tweet kamu biar engagement rate kamu naik 21%. Tips lengkapnya cek di sini ya!

Kalau kamu rajin bikin tweet dan sering update apa sih yang lagi trending di Twitter, berarti kamu salah satu dari 14,05 juta pengguna Twitter di Indonesia. Jika kita lihat dari data pengguna Twitter hingga kuartal ke IV di tahun 2020, pengguna aktif harian Twitter meningkat 26% dari tahun sebelumnya lho, menariknya ada sekitar 192 juta pengguna aktif harian Twitter di seluruh dunia.

Nah, kebayang kan potensi pasar yang bisa kamu optimalkan karena Twitter jadi media sosial terpopuler kelima setelah YouTube, WhatsApp, Instagram dan Facebook. Platform ini bisa jadi salah satu andalan kamu dalam menjalankan sebuah campaign untuk brand atau produk kamu karena punya pendekatan yang berbeda seperti jumlah huruf yang dibatasi, retweet hingga trending topic yang menjadi daya tarik tersendiri di Twitter.

Jadi, kali ini Ninja bakal share ke kamu 5 tips biar campaign Twitter kamu efektif.

1. Tentukan Tujuan & Target Audiens yang Tepat

Sumber: Unsplash

Pastinya kamu harus clear dulu apa sih yang jadi fokus utama campaign kamu, apakah di awareness, consideration atau langsung conversion.

Kalau di tahap awareness, kamu bisa memaksimalkan campaign untuk menjangkau sebanyak mungkin audiens. Tapi kalau campaign kamu bertujuan untuk consideration, kamu harus bisa memaksimalkan konten yang ‘membujuk’ audiens. Nah, kurang lebih begini tujuan campaign di Twitter yang bisa kamu pilih:

Sumber: Unmetric.com

Kamu juga harus clear untuk siapa campaign ini dibuat, mulai dari usia hingga lokasi target audiens yang kamu incar. Perlu kamu ingat, karena pengguna Twitter juga di dominasi oleh anak muda, kamu harus spesifik memilih “pintu masuk” yang sesuai dengan mereka, mulai dari isu yang sedang ramai, hal-hal yang membuat mereka tertarik, hingga kegelisahan/masalah apa yang sedang mereka hadapi.

Nah, di Twitter ada 3 tipe iklan yang bisa kamu pilih biar campaign kamu efektif, kita akan bahas di poin nomor 3 ya!

2. Sesuaikan Gaya Bahasa Brand Kamu

Sumber: Unsplash

Sebisa mungkin kamu gunakan bahasa yang natural dan memancing percakapan yang menarik, karena inti dari penggunaan media sosial adalah engagement. Menariknya, pengguna Twitter cenderung terbiasa dengan gaya bahasa yang santai dan to the point.

Tapi ada yang perlu kamu ingat, meskipun bahasa tweet kamu natural dan cenderung asik, kamu harus tetap punya brand voice kamu sendiri. Apa itu brand voice? Singkatnya brand voice adalah gaya berkomunikasi suatu brand kepada audiens.

Brand kamu harus bisa berbaur dengan “warga twitter” tapi tanpa melupakan kepribadian brand, misalnya kepribadian brand kamu adalah pintar dan berwibawa, maka kamu harus menyesuaikan gaya bahasa dan pesan yang mencerminkan kepribadian brand kamu.

3. Buat Campaign Sekreatif Mungkin

Kreativitas dalam menyampaikan pesan jadi poin penting di sini. Pergeseran isu/tema yang sangat cepat di Twitter mengharuskan kamu bikin konten yang kuat. Tapi tenang, kamu bisa kok memaksimalkan lewat 3 tipe iklan berikut ini:

Pertama, Promoted Tweets. Ini merupakan tipe iklan yang mirip seperti tweet biasa, bedanya kamu harus membayar ke Twitter supaya tweet kamu disematkan ikon “Promoted” di sudut kiri bawah.

Kedua, Promoted Accounts. Kalau promoted tweet hanya mengiklankan tweet-nya saja, maka tipe promoted accounts ini akan mengiklankan akun Twitter brand kamu sehingga tipe iklan ini bisa menambah followers kamu lebih cepat. Selain itu, akun kamu juga akan masuk ke dalam list akun yang disarankan untuk di-follow oleh pengguna yang sesuai dengan target. 

Ketiga, Promoted Trends. Ini dia tipe iklan pembeda yang disediakan oleh Twitter, kamu bisa mempromosikan hashtag tertentu dan masuk ke dalam trending topic sehingga semakin banyak dilihat oleh orang. Akan tetapi, tipe iklan ini butuh budget yang besar dan kurang direkomendasikan untuk pelaku UKM.

Nah, kalau kamu bingung tipe iklan seperti apa yang paling cocok, kamu bisa menggunakan fitur Automated Ads yang bisa mempromosikan tweet kamu kepada target audiens yang tepat.

Yang terpenting kamu bisa mengemas pesan atau campaign kamu semenarik mungkin sehingga punya potensi untuk di retweet dan dibahas oleh banyak orang.

4. Gunakan Kata Kunci yang Relevan

Sumber: Pexels

Pastikan kamu punya kata kunci yang bisa dijadikan hashtag, karena hashtag atau tagar akan memudahkan tweet kamu ditemukan oleh pengguna Twitter yang belum mengikuti akun kamu.

Kamu cukup membuat 2 buah tagar di tweet kamu agar meningkatkan engagement tweet kamu hingga 21%, jangan terlalu banyak memberikan kata kunci dalam satu tweet, terus kamu harus pastikan kalau kata kunci yang kamu pilih relevan dan mewakili brand kamu.

Oh iya, selain tagar yang relevan, kamu juga bisa memaksimalkan visual atau gambar yang menarik audiens dan memiliki pesan yang seru seperti membuat sebuah meme. Penggunaan warna yang kontras juga bisa menarik fokus audiens kamu lho, di sini visual kamu bakal punya stopping power.

5. Kombinasikan Dengan Tweet Organik

Sumber: Pexels

Biar campaign kamu makin efektif, kamu juga harus memaksimalkan konten atau tweet kamu secara konsisten. Jika tweet yang kamu bikin bisa menyenangkan audiens, maka secara organik bakal meningkatkan engagement rate dan pengikut brand kamu di Twitter akan terus meningkat. 

Kamu bisa riding the wave isu-isu yang jadi trending topic di Twitter dan dikaitkan dengan brand kamu, tapi kamu juga harus selektif memilih isu, jangan sampai kamu blunder dan bikin brand kamu kurang dipercaya oleh audiens.

Kalau kamu bisa memaksimalkan tweet yang organik dan berbayar, maka brand kamu tinggal menunggu waktu saja untuk viral di Twitter dan bakal punya brand loyalty dari pengguna Twitter.

Jadi, temukan keunikan brand voice kamu dan optimalkan tweet kamu agar brand kamu makin dikenal dan membuat penasaran banyak orang lewat campaign yang kamu jalankan.

Jika Twitter punya ciri khas tersendiri untuk urusan konten, kamu jangan mau kalah ya, Teman Ninja. Selamat bereksplorasi!

Featured image by Alexander ShatovHire from Unsplash