6 Tips Memulai Instagram Marketing bagi Pemula

Ninja Van

6 Tips Memulai Instagram Marketing bagi Pemula

130 juta pengguna mengeklik konten jualan setiap bulannya, coba tips berikut buat jualanmu makin laku!

Apakah Teman Ninja tahu? Sebanyak 81 persen orang memanfaatkan Instagram untuk mengecek produk dan jasa jualan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 130 juta pengguna mengeklik konten jualan setiap bulannya. Sebagian besarnya malah langsung melakukan transaksi pembelian pada platform tersebut.

Data Hootsuite pada Januari 2021 itu tentu sangat menarik bagi Teman Ninja yang berencana atau mulai mengembangkan upaya untuk memasarkan produk atau jasanya di Instagram. Masalahnya, tidak banyak Teman Ninja yang memahami cara praktis memanfaatkan Instagram untuk keperluan pemasaran atau marketing. Akibatnya, alih-alih meraup cuan, Teman Ninja justru kebingungan.

Lantas, bagaimana kiat praktis memulai Instagram marketing? Berikut ini kiat yang dapat digunakan Teman Ninja saat memasarkan produk atau jasa di Instagram.

1. Membuat Akun Katalog

Sumber: vanillahijabcatalog

Akun katalog adalah akun Instagram yang memuat daftar beragam jenis produk atau jasa yang akan ditawarkan kepada calon pembeli. Perannya sama dengan etalase toko yang menyajikan tampilan produk, gambar, atau ilustrasi jasa yang dijual. Akun ini akan menjadi katalog digital yang berisi konten gambar dan detail informasi mengenai produk atau jasa Teman Ninja.

Contoh akun katalog ini banyak dijumpai pada pelaku usaha yang memiliki jenis produk yang beraneka rupa, seperti hijab dan perlengkapan naik gunung. Akun Instagram @vanillahijabcatalog dan @areioutdoorgear_catalog adalah contohnya. Kedua akun tersebut hanya memuat konten gambar berupa produk hijab dan atribut naik gunung beserta sinopsis dan harganya. Keberadaan akun ini akan memudahkan calon pembeli untuk mengetahui produk terbaru dari kedua toko itu.

2. Membuat Akun Promosi

Sumber: vanillahijab

Tentu saja peran akun katalog tidak dapat berdiri sendiri. Ia mesti ditopang dengan keberadaan akun lain, yakni akun promosi. Inilah akun utama penjual yang berpotensi mendatangkan prospek atau peminat produk dan jasa yang dijual di akun katalog. Akun promosi ini juga berfungsi untuk menarik peminat spesifik atas produk dan jasa yang dijual di akun katalog.

Contoh pemanfaatan akun promosi yang juga berperan sebagai akun utama yang paling mudah untuk Teman Ninja amati adalah @vanillahijab dan @areioutdoorgear. Seperti disinggung sebelumnya, akun katalog Vanilla Hijab dan Arei juga ditopang oleh kedua akun promosi itu. Kedua akun tersebut memuat konten yang berpotensi menarik calon pembeli, seperti konten berupa kiat dan tip, giveaway, serta informasi lain.

Dengan kehadiran akun promosi ini, traffic dan engagement akun katalog juga akan ikut terangkat. Sebab peminat hijab dan perlengkapan naik gunung yang kerap mengunjungi akun promosi akan diarahkan untuk mengunjungi akun katalog juga untuk mengetahui detail informasi dari beragam produk. Begitulah hubungan yang saling berkaitan antara akun katalog dan akun promosi.

3. Beriklan di Instagram Story

Sumber: Unsplash

Alih-alih mengunggah konten di Instagram feed, Teman Ninja sebaiknya dapat lebih sering membuat konten di Instagram story. Sebab menurut data Hootsuite, sebanyak 500 juta pengguna Instagram berinteraksi dalam story setiap harinya. Bahkan, sebanyak 58 persen pengguna kemudian tertarik pada produk dan jasa yang muncul di Instagram story

Beriklan di Instagram story juga dapat menarik calon konsumen yang bukan pengikut akun atau non-follower. Dengan begitu, mereka dapat turut melihat unggahan story meski bukan pengikut akun Instagram.

Agar Instagram story berdampak secara positif, Teman Ninja dapat mengunjungi akun @instagramforbusiness untuk memperoleh kiat mengkreasikan unggahan story yang baik untuk pemasaran. Di antara kiat yang dapat diterapkan adalah dengan merekam video pada posisi vertikal, mencantumkan teks yang menarik, dan ajakan untuk membeli produk dan jasa.

4. Bersikap Tanggap Merespon Peminat Produk

Sumber: Unsplash

Segala upaya yang sudah dijelaskan sebelumnya tentu akan sia-sia jika Teman Ninja tidak tanggap dalam merespons percakapan (chat) peminat produk. Sebab menanggapi pesan langsung peminat secara cepat berpotensi untuk mempercepat proses pembelian produk dan jasa. 

Teman Ninja mesti secara rutin memeriksa pesan di akun katalog dan promosi untuk memastikan pesan langsung dari peminat tidak diabaikan. Sebab jika ada pesan yang terlalu lama beroleh respons, Teman Ninja berarti bersiap untuk kehilangan calon pembeli.

Teman Ninja dapat menghindari tiga hal ini saat merespons pesan langsung peminat produk dan jasa. Pertama, jangan terlalu lama merespons. Kedua, jangan bingung saat menjelaskan detail produk dan jasa, Ketiga, jangan sampai lupa menindaklanjuti minat konsumen tersebut.

5. Memperhatikan Pull Marketing, Alih-alih Push Marketing

Sumber: Pexels

Secara sederhana, pull marketing bisa dimaknai sebagai upaya mengelola konsumen yang pernah membeli produk atau jasa Teman Ninja. Cara ini tidak kalah penting jika dibandingkan dengan pull marketing atau upaya menarik konsumen baru untuk membeli produk dan jasa Teman Ninja. 

Langkah ini perlu diperhatikan karena menjaga loyalitas konsumen yang pernah bertransaksi merupakan hal penting yang harus diketahui. Cara pull marketing ini juga memungkinkan Teman Ninja untuk berinteraksi lebih dalam dengan konsumen sehingga dapat menawarkan secara langsung produk dan jasa terbaru atau yang diinginkan konsumen.

Cara ini juga dapat dijadikan metode untuk pengembangan produk dan jasa yang dijual Teman Ninja. Sebab Teman Ninja dapat meminta umpan balik (feedback) mengenai produk dan jasa dari konsumen yang telah bertransaksi. Komunikasi juga akan lebih mudah karena konsumen telah mengenal Teman Ninja serta produk dan jasa yang ditawarkan. 

6. Memaksimalkan Endorser

Sumber: Unsplash

Poin ini juga mesti menjadi perhatian Teman Ninja. Sebab pemanfaatan endorser belum tentu menghasilkan penjualan produk dan jasa yang melimpah karena cara ini hanya menghasilkan konten. Jika konten endorser tersebut hanya menempel pada feed akun, konten itu hanya diketahui oleh pengikut akun.

Karena itu, konten dari endorser tersebut semestinya didistribusikan secara lebih luas, misalnya, lewat Instagram story yang gratis ataupun berbayar. Dengan begitu, konten endorser yang menarik dapat menjangkau calon konsumen yang lebih luas dan memikat perhatian mereka sehingga dapat mendatangkan prospek yang baik.

Jadi, jangan ragu untuk memanfaatkan platform Instagram untuk keperluan pemasaran produk dan jasa, ya, Teman Ninja. Teman Ninja dapat memulainya dengan memperhatikan enam kiat praktis yang sudah dipaparkan di atas. Selamat mencoba!

Featured image by energepic.com from Pexels

Daftar isi

    Videos

    Shares