Pexels Tirachard Kumtanom 733850

5 Trik Psikologi Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan

Penjualan kamu mau meningkat hingga 60%? Coba terapkan strategi Psikologi Marketing untuk bisnis kamu.

Salah satu kunci penting dalam berbisnis adalah marketing. Sebagai pelaku UKM yang juga melakukan aktivitas marketing, kamu perlu menggunakan pendekatan dari sisi psikologi agar tahu bagaimana karakter target pasar dan apa saja yang menjadi daya tarik mereka ketika membeli sebuah produk.

Ada fakta menarik, hanya dengan mengubah warna tombol pada sebuah website dapat meningkatkan konversi sebanyak 14,5%. Nah, sekarang kamu jadi makin penasaran kan bagaimana kalau pendekatan psikologi dalam aktivitas marketing dilakukan untuk meningkatkan penjualan.

Biasanya pelaku UKM menggunakan 2 teknik selling paling umum yakni BONUS dan DISKON. Kali ini, Ninja mau share 5 teknik psikologi marketing yang juga powerful banget loh untuk meningkatkan penjualan produk kamu.

1. Munculkan Sisi Emosional Konsumen

Source: Ninja Xpress

Para pakar neuroscience, sebuah emosi menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusan seseorang, hal ini juga berpengaruh dengan keputusan membeli suatu produk atau barang.

Jika selama ini kamu hanya menjelaskan keunggulan produk kamu, maka kamu bisa mulai mengemas keunggulan produk kamu menjadi sebuah cerita yang bisa menyentuh sisi emosional konsumen. Kamu bisa mulai dengan membuat konten yang relate dan mengembangkan sebuah cerita yang mengandung unsur bahagia, kecewa, penasaran atau bahkan tertawa lewat pendekatan humor yang kamu buat.

Seperti video diatas yang mengangkat kisah seorang suami yang ga bisa kirim paket karena sang istri minta temenin nonton drama korea di akhir pekan, suami ga boleh kemana-mana. Tentu konten yang kamu buat bisa beragam, bisa dalam bentuk video, gambar, ataupun karosel, dan disesuaikan dengan karakter dari pelangganmu serta cerita yang relevan.

Melalui konten, kamu bisa menjadikan konsumen kamu merasa istimewa ketika menggunakan produk kamu, dan lebih keren lagi kalau kamu kombinasikan dengan strategi promosi yang menarik.

2. Berikan Timbal Balik yang Menarik

Printing Services
Sumber: Pinterest

Ketika seseorang memberi kita sesuatu, secara sadar atau tidak sadar kita merasa terdorong untuk mengembalikan sesuatu kepada mereka. Di sinilah peran Psikologi Resiprokal dalam marketing.

Agar konsumen kamu merasa memiliki hubungan yang spesial dengan brand kamu, berikan sebuah timbal balik yang unik dan berkesan bagi mereka. Trik ini masih memiliki kaitan dengan teknik Selling yakni BONUS, di mana kamu bisa memberikan timbal balik berupa hadiah yang terkesan eksklusif bagi konsumen kamu yang berulang tahun.

Banyak pilihan yang bisa kamu lakukan, misalnya dengan memberikan kartu ucapan yang berisi pesan lebih personal dan menyentuh, atau kamu memberikan konsultasi gratis jika produk kamu membutuhkan pertimbangan khusus seperti produk skincare.

3. Tampilkan Bukti Sosial atau Social Proof

Sumber: Ninja Xpress

Kamu harus ingat, alasan konsumen membeli produk kamu karena mereka percaya dengan produk yang kamu jual. Nah, trik psikologi marketing yang berikutnya adalah dengan menunjukan bukti bahwa produk atau brand kamu terpercaya karena sudah banyak yang menggunakan, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi oleh konsumen.

Kamu bisa mulai dengan menampilkan review atau rekomendasi dari konsumen, menampilkan sertifikasi produk yang kamu miliki, hingga menampilkan rating dan Trusted Seller jika kamu memasarkan produk di marketplace dan kamu bisa mengoptimalkan penjualan di Facebook atau sosial media lainnya.

4. Decoy Effect

Sering dihapakan delam pilihan contohnya seperti makanan dengan berbagai ukuran dari small, medium, dan large dengan perbedaan harga yang tak jauh berbeda antara medium dan large? ini lah yang disebut Decoy Effect. Menggunakan trik ini dapat mendorong konsumen untuk memilih desired outcome dan biasanya merupakan pilihan yang paling menguntungkan.

Trik psikologi marketing yang paling populer adalah Decoy Effect, di mana kamu bisa meningkatkan penjualan hingga 60% lho jika menerapkan trik yang satu ini.

Pertama, kamu bisa menerapkan Decoy Effect dengan cara melakukan variasi harga dan ukuran yang sering dilakukan oleh brand besar seperti Starbuck, J.Co Donut, dan lainnya.

Kedua, kamu bisa membuat paket harga dan fitur yang bertujuan untuk up selling ke harga tertinggi, biasanya ini diterapkan untuk produk digital yang sifatnya berlangganan.

Ketiga, kamu bisa membuat opsi bundling atau paket harga sehingga konsumen akan merasa rugi jika tidak membeli paket tersebut karena terkesan lebih murah.

5. Optimalkan Goldilock Effect

Untitled Design 14
Sumber: Tokopedia

Goldilock Effect secara sederhana menjadikan konsumen merasa menemukan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, bukan karena opsi produk termurah atau termahal.

Sebagai contoh, ketika kamu memesan sebuah Pizza dan ada banyak varian rasa atau topping yang tersedia, seperti beef, chicken hingga tuna. Akhirnya kamu memilih beef, karena kamu membaca menu terfavorit pilihan konsumen.

Di sinilah peran Goldilock Effect, selain konsumen kamu memilih sesuai dengan selera masing-masing, akan muncul dorongan karena adanya tanda “Top seller”, “Produk Terlaris”, dan tanda lainnya yang semakin memantapkan pilihan konsumen ketika memilih produk kamu.


Selain 5 trik psikologi marketing yang Ninja bagikan di atas, ada beberapa prinsip psikologi marketing yang bisa kamu terapkan juga seperti prinsip Foot-in-door yang mengajak konsumen untuk melakukan hal sederhana seperti like dan comment, lalu prinsip FOMO (Fear of missing out) yang juga sudah populer, hingga prinsip priming dalam psikologi marketing.

Nah, apapun trik yang akan kamu pilih, pastikan sesuai dengan kemampuan bisnis atau budgeting kamu ya. Satu hal yang penting juga adalah trik mana yang paling sesuai dengan karakter target market kamu, jika target market kamu dominan millennial, maka kamu harus menyesuaikan dengan apa saja karakter millennial agar strategi dan trik yang kamu pilih tepat sasaran.

Selamat mencoba, Teman Ninja!

Featured image by Tirachard Kumtanom from Pexels