Pexels David Peterson 7083683

Vitamin Murni VS Vitamin Buatan, Pilih yang Mana?

Vitamin punya peran penting bagi tubuh kita, tapi masalahnya tubuh manusia tidak bisa menghasilkan vitamin secara mandiri. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya di sini.

Vitamin punya peran penting bagi tubuh manusia, itulah kenapa kita dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayur sebagai salah satu makanan yang jadi sumber vitamin. Vitamin ini dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh, berkembang serta menjalankan fungsinya dengan normal.

Ada 2 jenis vitamin yang paling umum yakni vitamin larut lemak dan vitamin larut air.
Vitamin larut lemak ini nantinya menggunakan sel-sel lemak di dalam usus dan diedarkan melalui aliran darah, di mana vitamin A, D, E dan K termasuk jenis vitamin larut lemak. Sedangkan vitamin larut air nantinya harus terurai dalam air terlebih dulu sebelum diserap oleh tubuh, yang termasuk vitamin larut air adalah vitamin C dan B kompleks (seperti B1, B6, dan B12).

Sebenarnya sangat banyak manfaat dari masing-masing vitamin jika kita ulas satu per satu. Misalnya, vitamin A akan membantu mata kita agar dapat melihat dalam kondisi redup, memelihara lapisan organ dan memperkuat sistem kekebalan tubuh kita. Lalu ada Vitamin D, yang biasa disebut kalsiferol ini akan mempertahankan jumlah fosfor dan kalsium darah untuk kesehatan tulang dan gigi.

Tapi faktanya, tubuh manusia itu tidak bisa menghasilkan vitamin sendiri. Kita bisa mengonsumsi wortel, telur, udang hingga ikan untuk mendapatkan asupan vitamin A.  Lalu ada susu kedelai, jamur hingga kuning telur agar tubuh kita bisa mendapatkan asupan vitamin D.

Nah, yang jadi masalah selanjutnya adalah seringkali vitamin dari makanan saja belum mencukupi kebutuhan tubuh. Di sinilah peran vitamin buatan alias sintetis yang bisa membantu memenuhi asupan vitamin bagi tubuh kita.

Pexels Anna Shvets 3683095
Sumber: Pexels

Sederhananya, vitamin buatan dibuat dengan mengekstrak tanaman, buah hingga bahan makanan lainnya yang memiliki manfaat seperti kandungan vitamin alami dari makanan yang kita konsumsi.

Selain lebih praktis, vitamin dalam bentuk kapsul ataupun suplemen ini bisa membantu banyak orang yang tidak bisa membeli makanan-makanan bergizi karena keterbatasan biaya. Perlu diingat, kebutuhan nutrisi setiap orang memang berbeda-beda, tapi setidaknya kita harus tahu cara memilih multivitamin yang tepat. Apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Ketahui Kandungan Nutrisi

Pertama, kita harus tahu jenis vitamin apa yang dibutuhkan oleh tubuh masing-masing, agar kita bisa memastikan kandungan nutrisi sesuai kebutuhan dan tidak sampai kelebihan atau kekurangan asupan vitamin.

2. Perhatikan Kadar

Ini penting, pastikan kadar nutrisi yang terdapat dalam suplemen vitamin yang kita konsumsi tidak melebihi 100% kadar nutrisi harian yang kita butuhkan ya.

3. Periksa Komposisi Lainnya

Sebaiknya kita pilih suplemen vitamin yang sedikit mengandung senyawa tambahan atau bahkan tidak ada sama sekali.

4. Pastikan Aman BPOM

Hal yang harus kita ingat, pastikan punya izin dan sertifikasi yang sesuai dengan standar BPOM pastinya, demi menjamin keamanan vitamin sebelum dikonsumsi.

5. Sesuaikan dengan Usia dan Jenis Kelamin

Pastikan vitamin yang kita konsumsi sesuai dengan usia. Selain itu, pria dan wanita ternyata juga punya kadar kebutuhan nutrisi vitamin yang berbeda-beda, misalnya vitamin E yang diduga baik untuk menjaga kualitas sperma pria.

Setelah tahu apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih multivitamin, kita bisa spesifik memilih asupan yang tubuh kita butuhkan. Misalnya, asupan kalsium dan nutrisi untuk tulang, kita bisa konsumsi Boney untuk membantu merangsang pertumbuhan tulang dengan lebih cepat karena memberikan kalsium dan nutrisi yang komplit untuk tulang. 

Boney juga bisa membantu menjaga stamina tubuh dan pastinya sudah terdaftar di BPOM. Saat ini, sedang ada DISKON SPESIAL 50% dari Boney dan kamu bisa cek langsung di sini.

Dari sekian banyak pilihan untuk melengkapi asupan vitamin, yang terpenting kita harus paham apa yang dibutuhkan dan aman. Jika ragu, kita bisa konsultasi ke ahli kesehatan seputar kebutuhan nutrisi atau vitamin dan berapa asupan tambahan yang kita perlukan.

Featured image by David Peterson from Pexels